ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Jasad Mengering di Depok, Ibu Korban Minta Pelaku Dihukum Berat

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:08 WIB
FA
IC
Penulis: Fahri Ali | Editor: CAH
Keluarga DH, korban pembunuhan yang jasadnya mengering di bawah tumpukan baju terpukul dan mendesak kepolisian menghukum pelaku seadil-adilnya, Meruyung, Limo, Depok, Rabu 11 Maret 2026.
Keluarga DH, korban pembunuhan yang jasadnya mengering di bawah tumpukan baju terpukul dan mendesak kepolisian menghukum pelaku seadil-adilnya, Meruyung, Limo, Depok, Rabu 11 Maret 2026. (Beritasatu.com/Fahri Ali)

Depok, Beritasatu.com - Ibu korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan mengering di bawah tumpukan pakaian di sebuah rumah di kawasan Meruyung, Limo, Depok, mengaku sangat terpukul atas kematian anaknya. Sutarni, ibu dari DH (55), berharap pelaku yang sudah tertangkap dihukum seberat-beratnya. 

Sutarni mengenang korban sebagai sosok yang rajin bekerja dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. Dituturkannya, sebelum kejadian terungkap, keluarga sempat kebingungan karena korban tidak pulang selama berbulan-bulan. Rumah yang ditempati korban bersama suami sirinya selalu terkunci sehingga keluarga tidak bisa masuk untuk memastikan keberadaan DH.

“Pintu depan itu selalu dikunci waktu masih suami istri. Jadi keluarga enggak bisa masuk. Kita pikir dia pergi sama suaminya cari kerja atau pindah tempat dahulu, enggak ada pikiran sampai pembunuhan,” kata Sutarni, Rabu (11/3/2026).

ADVERTISEMENT

Karena DH tak kunjung pulang, keluarga akhirnya berinisiatif membuka paksa rumah tersebut untuk membersihkan bagian dalamnya. Saat itulah anak korban menemukan kondisi mencurigakan yang kemudian mengungkap keberadaan jasad korban di dalam rumah.

Menurut Sutarni, korban pergi dari rumah tanpa berpamitan kepadanya. Ia pun sempat mengira anaknya hanya mengikuti suami untuk mencari pekerjaan di tempat lain. “Dia pergi enggak pamit sama saya sebagai ibunya. Saya pikir ikut suami cari kerja atau mau mengontrak di tempat lain,” ujarnya.

Meski jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, Sutarni mengaku pernah mendengar adanya cekcok antara korban dan pelaku. Namun sebagai orang tua, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang terjadi di antara keduanya.

“Memang pernah kedengeran cekcok, tetapi sebagai orang tua biasanya ditutupin sama anak-anak. Jadi saya juga kaget begitu tahu kejadian sebenarnya,” ungkapnya.

Sutarni mengaku bersyukur karena pelaku akhirnya berhasil ditangkap polisi. Ia berharap proses hukum berjalan dengan adil dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

“Saya bersedih, tetapi bersyukur pelakunya cepat tertangkap. Harapan saya dihukum seberat-beratnya sesuai pasal yang berlaku,” kata Sutarni.

Sebelumnya, warga Meruyung, Depok digegerkan adanya penemuan jasad wanita mengering di bawah tumpukan baju. Pelaku berinisial ARH merupakan suami siri korban yang baru satu tahun menikah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon