ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tambah Lahan Baru, Karawang International Industrial City Investasi Rp 1 Triliun

Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:21 WIB
M
FH
Penulis: Muzakir | Editor: FER
Foto udara kawasan industri KIIC (Karawang International Industrial City). KIIC merupakan proyek joint venture antara Sinar Mas Land dengan Itochu Corporation dari Jepang dan telah bekerja sama selama 30 tahun untuk mengembangkan kawasan industri di Karawang, Jawa Barat.
Foto udara kawasan industri KIIC (Karawang International Industrial City). KIIC merupakan proyek joint venture antara Sinar Mas Land dengan Itochu Corporation dari Jepang dan telah bekerja sama selama 30 tahun untuk mengembangkan kawasan industri di Karawang, Jawa Barat. (Dok. Sinar Mas Land)

Jakarta, Beritasatu.com - Kawasan industri KIIC (Karawang International Industrial City), pengembang dan pengelola kawasan industri di Karawang, Jawa Barat, menyiapkan lahan baru seluas 105 hektare, yang merupakan bagian dari total area 1.500 hektare. Perluasan tersebut dalam rangka mendukung permintaan kebutuhan lahan industri yang cukup besar di kawasan timur Jakarta.

Direktur KIIC, Sanny Iskandar mengungkapkan, pengembangan area baru ini tidak terlepas dari transformasi dunia usaha yang saat ini mulai menuju digitalisasi ekonomi. Sehingga, sektor-sektor usaha tentunya akan terus berkembang mengikuti tren pasar.

"Permintaan akan lahan industri juga cukup tinggi terutama industri seperti data center, electric vehicle, komponen pendukungnya, industri rantai pasok bagi e-commerce, dan sebagainya. Perluasan ini adalah bagian dari upaya KIIC guna menangkap momentum tersebut," ujar Sanny Iskandar, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

Sanny menjelaskan, untuk penambahan lahan baru seluas 105 hektare tersebut, KIIC menghabiskan investasi sebesar Rp 1 triliun.

ADVERTISEMENT

KIIC sendiri merupakan proyek joint venture Sinar Mas Land dengan Itochu Corporation dari Jepang dan telah bekerja sama selama 30 tahun untuk mengembangkan kawasan industri di Karawang, Jawa Barat.

"Berstatus sebagai objek vital nasional, kami mengutamakan layanan dan keamanan berinvestasi bagi para tenant. Melalui perluasan lahan ini, KIIC optimis mampu mencapai target penjualan sebesar Rp 750 miliar di tahun 2022. Di area 105 hektar yang baru ini, KIIC sudah dapat menerima investor," jelasnya.

Sanny menambahkan, KIIC dikembangkan dengan konsep kawasan industri yang menggabungkan kegiatan industri manufaktur dan fasilitas yang terkait langsung dengan industri seperti rental warehouse, rental factory and office, commercial area, dan sebagainya, dimana kegiatan tersebut tidak bercampur dengan pengembangan area permukiman.

"Sejumlah perusahaan telah mempercayakan investasinya di KIIC diantaranya Toyota, Yamaha, P & G, Philip Morris, Ajinomoto, Sharp, hingga Kao," tambah Sanny.



 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon