ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Atap SDN Sambirejo 02 Ambruk, Laporan Tahun Lalu Tak Digubris

Jumat, 16 Januari 2026 | 00:02 WIB
J
JS
Penulis: Jamaah | Editor: JJS
Atap sekolah SDN Sambirejo 02 ambruk, padahal laporan untuk pembenahan sekolah telah dilakukan sejak tahun lalu tetapi tidak digubris dinas terkait.
Atap sekolah SDN Sambirejo 02 ambruk, padahal laporan untuk pembenahan sekolah telah dilakukan sejak tahun lalu tetapi tidak digubris dinas terkait. (Beritasatu.com/Jamaah)

Pati, Beritasatu.com - Kondisi mengkhawatirkan terjadi di SD Negeri Sambirejo 02, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Akibat cuaca ekstrem dan bangunan rapuh, atap salah satu ruang kelas sekolah ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Akibat kejadian itu, siswa terpaksa belajar di ruang kelas darurat, di mana satu ruangan menampung dua kelas sekaligus, termasuk memanfaatkan perpustakaan dan ruang ibadah sebagai area belajar tambahan.

Kepala SDN Sambirejo 02, Prihadi menjelaskan, atap ambruk terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

Selain satu ruang kelas yang roboh total, tiga ruangan lain, dua kelas dan satu gudang juga mengalami kerusakan parah. Ruangan tersebut digunakan oleh siswa kelas satu, dua, dan tiga.

"Gedung kami ambruk karena curah hujan sangat tinggi disertai angin kencang. Kondisi bangunan ini sebenarnya sudah rusak berat sejak dua tahun lalu," ujar Prihadi kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).

Prihadi menambahkan, pihak sekolah telah melaporkan kondisi bangunan yang membahayakan sejak setahun lalu kepada dinas terkait, mulai dari tingkat desa, Korwil, Camat, hingga pimpinan di Pati. Namun, hingga kini bantuan renovasi belum terealisasi.

"Kami sudah melaporkan secara hierarki, tetapi baru sebatas penilaian dan cek lokasi saja," keluhnya.

Untuk menjaga proses belajar tetap berjalan, pihak sekolah harus menyiasati ruang belajar dengan membagi satu ruang menjadi dua kelas. Siswa lain dialihkan ke ruang perpustakaan dan ruang ibadah.

Salah satu siswa kelas 6, Dewa, mengaku kesulitan belajar karena berdesakan.

"Rasanya tidak nyaman karena kurang fokus, jadi terganggu. Harapannya, Pak Menteri Pendidikan bisa membantu sekolah kami agar kami bisa belajar dengan tenang lagi," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon