Dakwah Unik di Boyolali, Wayang Golek Pitutur Jadi Media Syiar
Senin, 2 Maret 2026 | 12:37 WIB
Boyolali, Beritasatu.com — Beragam metode dilakukan para pendakwah agar pesan keagamaan lebih mudah dipahami masyarakat. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, seorang pendakwah menghadirkan cara unik dengan memanfaatkan seni wayang golek sebagai media syiar Islam selama Ramadan. Metode tersebut dikenal dengan nama Wayang Golek Pitutur.
Pendakwah yang menggagas konsep tersebut adalah Ki Ustad Pujiono. Selama Ramadan, ia memilih menggunakan wayang golek sebagai sarana menyampaikan pesan keagamaan agar materi ceramah terasa lebih menarik dan mudah diterima oleh jamaah.
Menurut Pujiono, inovasi ini muncul karena banyak masyarakat yang cenderung merasa lemas dan mengantuk saat berpuasa, terutama ketika mengikuti pengajian. Dengan menghadirkan pertunjukan wayang yang diselipi pesan moral dan ajaran agama, dakwah diharapkan menjadi lebih komunikatif sekaligus menghibur.
“Melalui wayang ini, pesan dakwah bisa lebih ringan dan menghibur, tetapi tetap sarat makna,” ujar Pujiono kepada Beritasatu.com, Minggu (12/3/2026) sore.
Wayang yang ditampilkan juga memiliki konsep berbeda dibanding pertunjukan tradisional pada umumnya. Jika biasanya mengangkat tokoh pewayangan klasik, dalam Wayang Golek Pitutur justru menghadirkan tokoh-tokoh penyebar Islam seperti Wali Songo. Selain itu, turut ditampilkan tokoh pembaru Islam seperti Ahmad Dahlan serta figur teladan lainnya.
Tidak hanya dari sisi cerita, konsep pertunjukan juga dibuat sederhana. Pujiono hanya menggunakan satu organ tunggal sebagai musik pengiring serta seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu bernuansa Islami. Meski sederhana, konsep tersebut tetap mampu menciptakan suasana religius sekaligus menghibur jamaah.
Kegiatan dakwah Wayang Golek Pitutur rencananya akan digelar di sejumlah lokasi di Boyolali selama bulan Ramadan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Siswodipuran, Boyolali, Wahyu Hariono, menilai dakwah kultural lebih mudah diterima oleh masyarakat, termasuk anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi alternatif ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka puasa.
“Kehadiran pendakwah dengan seni wayang golek ini mampu menarik simpati warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan seni wayang sebagai media dakwah sebenarnya sudah dilakukan sejak masa Wali Songo saat menyebarkan Islam di tanah Jawa. “Para Wali Songo dulu memperkenalkan Islam di Nusantara melalui seni wayang. Dengan cara ini, kita tidak hanya berdakwah, tetapi juga ikut melestarikan budaya lokal,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




