ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kecelakaan 6 Mobil di Tol Semarang-Batang Picu Macet 3 Km Saat Mudik

Minggu, 15 Maret 2026 | 20:46 WIB
AU
DM
Penulis: Achmad Udin | Editor: DM
Kecelakaan beruntun yang melibatkan 6 kendaraan terjadi di ruas Tol Semarang-Batang kilometer 361+600 jalur A, wilayah Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Minggu (15/4/2026) sore. Insiden tersebut sempat memicu kemacetan panjang hingga sekitar 3 kilometer di tengah meningkatnya arus mudik Lebaran.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan 6 kendaraan terjadi di ruas Tol Semarang-Batang kilometer 361+600 jalur A, wilayah Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Minggu (15/4/2026) sore. Insiden tersebut sempat memicu kemacetan panjang hingga sekitar 3 kilometer di tengah meningkatnya arus mudik Lebaran. (Beritasatu.com/Achmad Udin)

Batang, Beritasatu.com - Kecelakaan beruntun yang melibatkan 6 kendaraan terjadi di ruas Tol Semarang-Batang kilometer 361+600 jalur A, wilayah Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Minggu (15/4/2026) sore. Insiden tersebut sempat memicu kemacetan panjang hingga sekitar 3 kilometer di tengah meningkatnya arus mudik Lebaran.

Kasat Lantas Polres Batang AKP Eka Hendra mengatakan antrean kendaraan mengular cukup panjang akibat kecelakaan yang terjadi saat volume kendaraan mulai meningkat. “Kalau dilihat dari peta lalu lintas memang sempat merah. Antreannya sekitar 2 sampai 3 kilometer,” kata Eka Hendra kepada Beritasatu.com, Minggu (15/3/2026) malam.

Menurut Eka, kecelakaan tersebut terjadi bertepatan dengan puncak arus mudik gelombang pertama yang berlangsung pada 14 hingga 15 April 2026. Saat kejadian, arus kendaraan di jalur tol yang mengarah ke timur sudah cukup padat oleh kendaraan pemudik.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, kepadatan kendaraan membuat arus lalu lintas sempat tersendat cukup lama setelah kecelakaan terjadi. “Memang posisinya saat itu sudah antrean kendaraan pemudik. Puncaknya memang hari ini untuk gelombang pertama arus mudik tanggal 14 sampai 15,” jelasnya.

Eka menuturkan, kecelakaan tersebut melibatkan 6 kendaraan yang saling bertabrakan secara beruntun. Banyaknya kendaraan yang terlibat membuat proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.

Petugas harus menggunakan mobil derek untuk mengevakuasi kendaraan yang rusak dari lokasi kejadian. Namun, penarikan sempat mengalami kendala karena mobil derek juga terjebak dalam antrean kendaraan di jalur tol.

“Korban kendaraan ada 6, jadi saat penarikan towing sempat terhambat karena harus bolak-balik ke lokasi kejadian lantaran jumlah kendaraan cukup banyak,” ujarnya.

Ia menambahkan, mobil derek harus beberapa kali masuk ke jalur A untuk menarik kendaraan yang terlibat kecelakaan. Kondisi lalu lintas yang padat membuat mobil derek ikut terhambat di tengah kemacetan.

“Towing harus bolak-balik masuk jalur A untuk menarik kendaraan karena ikut antre di kemacetan, prosesnya memang sedikit lebih lama,” tambah Eka.

Setelah proses evakuasi selesai, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan kemudian ditarik keluar dari ruas tol untuk penanganan lebih lanjut. Kendaraan-kendaraan tersebut dibawa menuju kawasan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). “Semua kendaraan ditarik keluar tol dan dibawa ke KIT Batang,” jelas Eka.

Pemindahan kendaraan dilakukan agar jalur tol dapat segera kembali digunakan oleh para pemudik yang melintas di jalur tersebut. Meski sempat menimbulkan kemacetan cukup panjang selama beberapa jam, kondisi lalu lintas di Tol Semarang-Batang kini telah kembali normal setelah seluruh kendaraan berhasil dievakuasi.

Menurut Eka, arus kendaraan yang sebelumnya tersendat kini sudah kembali lancar pada malam hari. “Sekarang sudah berangsur normal kembali setelah mengalami pelambatan arus. Malam ini arus lalu lintas sudah kembali lancar,” tegasnya.

Dalam kecelakaan tersebut, polisi memastikan tidak ada korban jiwa. Namun satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis. “Tidak ada korban meninggal dunia, hanya satu korban luka ringan,” tutup Eka.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon