ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Emil Dardak: Hilirisasi Tambang Harus Transparan dan Adil

Rabu, 30 Juli 2025 | 20:40 WIB
IA
TS
DM
Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pelaksanaan hilirisasi pertambangan di daerah. Hal ini ia sampaikan dalam acara Energi Mineral Festival di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Juli 2025.
Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pelaksanaan hilirisasi pertambangan di daerah. Hal ini ia sampaikan dalam acara Energi Mineral Festival di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Juli 2025. (Beritasatu.com/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pelaksanaan hilirisasi pertambangan di daerah. Hal ini ia sampaikan dalam acara Energi Mineral Festival di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025).

"Semua harus melalui penelahaan yang objektif, transparan, yang tentunya melibatkan partisipasi publik dengan sebaik-baiknya,” ujar Emil.

Emil mengakui masih adanya pro dan kontra di tengah masyarakat soal hilirisasi tambang. Menurut dia, pendekatan terhadap pertambangan tidak bisa disamaratakan karena kondisi geografis, nilai keekonomian, dan dampak lingkungan sangat bervariasi di setiap wilayah.

ADVERTISEMENT

"Ada tempat di mana tambang bisa menciptakan lapangan kerja tanpa terlalu merusak lingkungan. Namun, ada juga yang justru berisiko tinggi,” katanya.

Emil menyebut, hilirisasi harus dilihat secara holistik dan jangka panjang. Ia beralasan, perubahan nilai komoditas tambang bisa mengubah persepsi terhadap dampaknya pada masa depan.

"Apa yang hari ini belum pas, bisa jadi 20-30 tahun lagi menjadi pilihan tepat,” ujarnya.

Namun, Emil menegaskan, dalam setiap perizinan atau proyek, pemerintah daerah harus berani mengambil sikap tegas jika ditemukan risiko lingkungan atau sosial yang terlalu tinggi. “Kalau pun penolakan kecil, tetapi dokumennya menunjukkan risiko serius, kita harus berani katakan tidak,” tegas Emil.

Menurut Emil, masyarakat saat ini semakin memahami dampak dan manfaat pertambangan sehingga dialog dan keterlibatan publik sangat krusial. Langkah tersebut untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar berpihak pada masa depan daerah dan rakyat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah-Emil Fokus Pendidikan hingga Kemiskinan

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah-Emil Fokus Pendidikan hingga Kemiskinan

JAWA TIMUR
Wagub Jatim Pastikan Penanganan Gempa Pacitan Tepat Sasaran

Wagub Jatim Pastikan Penanganan Gempa Pacitan Tepat Sasaran

JAWA TIMUR
Keracunan Makanan di Mojokerto, Emil Dardak: Telusuri Penyebabnya

Keracunan Makanan di Mojokerto, Emil Dardak: Telusuri Penyebabnya

JAWA TIMUR
Emil Dardak Ajak Generasi Muda Jadi Pahlawan Modern Menuju 2045

Emil Dardak Ajak Generasi Muda Jadi Pahlawan Modern Menuju 2045

JAWA TIMUR
Bandara Dhoho Kembali Beroperasi, Mas Dhito Optimis Okupansi Penumpang di Atas 70 Persen

Bandara Dhoho Kembali Beroperasi, Mas Dhito Optimis Okupansi Penumpang di Atas 70 Persen

JAWA TIMUR
Evakuasi Korban Ponpes Al-Khoziny Gunakan Alat Berat dengan Hati-hati

Evakuasi Korban Ponpes Al-Khoziny Gunakan Alat Berat dengan Hati-hati

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon