Tuduh Taylor Swift Anti-Palestina, Penulis Ini Dirundung Swifties
Selasa, 23 April 2024 | 07:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kelompok penggemar Taylor Swift, Swifties, merundung seorang penulis yang menuduh penyanyi kesayangan mereka anti-Palestina. Dikutip Dailymail, Selasa (23/4/2024) penulis bernama Vanessa Angelica Villarreal mengungkapkan kekecewaannya akan album terbaru penyanyi kelahiran 13 Desember 1989 itu yakni The Tortured Poets.
Isi album itu menurut Vanessa sangat menunjukkan sosok Taylor Swift yang tidak memiliki kepekaan sosial. Ia sedih karena 31 lagu yang ada di album tersebut sama sekali tidak membahas krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina.
Padahal menurut Vanessa, Taylor Swift sengaja mengambil kata Tortured yang berarti penyiksaan di album barunya. Hanya saja tema itu justru sama sekali tidak membahas genosida yang terjadi di Palestina menurut Vanessa.
"31 lagu kosong, tidak ada yang membahas Palestina. Saat kita menyaksikan penyiksaan nyata, Ia ternyata masih ingin tinggal di tahun 1830-an. Selamat tinggal," kritik Vanessa lewat akun X resmi miliknya.
Komentar Vanessa justru langsung disambut dengan kritik pedas dari Swifties. Mereka menyebut kritikan itu sebagai upaya konyol untuk mencari popularitas dan serangan hukum tanpa dasar.
Ribuan penggemar setia Swift menghujani Vanessa dengan pesan marah sebagai tanggapan atas komentarnya yang kasar.
"Diam, kamu terlalu dramatis," tulis salah satu dari mereka.
"Apa yang sudah Anda lakukan untuk membantu Palestina? Hmm?" tanya Swifties lainnya.
"Mengapa Anda melihat ke arah selebriti daripada politisi untuk melakukan sesuatu? Apakah Anda ingin dia menyanyikan genosida itu atau bagaimana?" tanya yang lainnya lagi.
Diserbu oleh makian, Vanessa justru tidak menutup kolom komentar. Ia justru terus meladeni makian yang dikirimkan kepadanya. Ia juga tidak tersinggung ketika diledek sebagai penulis buku yang tidak laku.
Sebagai catatan menurut Dailymail, Vanessa telah memenangkan banyak penghargaan atas karyanya, termasuk Fellowship in Creative Writing dari National Endowment for the Arts tahun 2021 dan Whiting Award tahun 2019.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




