ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Keripik Singkong Khas Medan Ini Terkenal hingga Mancanegara

Senin, 3 Juni 2024 | 14:13 WIB
PS
NF
Penulis: Panji Satrio | Editor: NF
Proses pengolahan kripik khas Medan.
Proses pengolahan kripik khas Medan. (Beritasatu.com/Panji Satrio)

Medan, Beritasatu.com - Kota Medan, Sumatera Utara, tidak hanya dikenal dengan keberagaman budayanya, tetapi juga memiliki banyak kuliner enak dan legendaris yang masih digemari oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah keripik yang terbuat dari bahan singkong dan pisang.

Bahkan cemilan yang harganya murah dan terjangkau di kalangan masyarakat kecil menengah ini dikenal hingga ke mancanegara karena rasanya yang beraneka ragam dan gurih.

Seperti keripik singkong dan pisang yang diproduksi Usman ini sudah dikenal mulai dari berbagai daerah di Sumatera Utara, hingga luar Sumatera. Bahkan hingga ke mancanegara seperti Malaysia dan Kamboja.

ADVERTISEMENT

Menurut pria yang kerap disapa Wak Man ini, larisnya bisnis keripik produksinya membuat omzet pendapatnya kian hari kian meningkat. Dalam satu bulan, ia bisa mendapatkan omzet penjualan mencapai Rp 150 juta.

Dalam sehari Wak Man dapat memproduksi 400 hingga 500 kilogram keripik singkong.

"Seperti orang kalau mau keluar Kota Jakarta, Padang belanja kemari untuk oleh-oleh. Luar negeri ada juga warga belanja kemari kadang-kadang dari Malaysia. Yang paling sering itu anak-anak remaja yang kerja di Kamboja merek beli keripik bawak ke Kamboja," kata Usman kepada Beritasatu.com, Senin (3/6/2024).

Proses pengupasan pisang untuk dijadikan keripik. - (Beritasatu.com/Panji Satrio)
Proses pengupasan pisang untuk dijadikan keripik. - (Beritasatu.com/Panji Satrio)

Saat disambangi Beritasatu.com, di rumah produksi keripik wak Man yang berada di kawasan Jalan Marelan Lima, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, produksi pengolahan hingga pemasakan keripik masih menggunakan cara tradisional.

Para pekerja tampak mengupas buah singkong dan pisang dengan cara manual menggunakan pisau. Tak hanya itu, para pekerja mengiris singkong dan pisang juga menggunakan alat tradisional. Bahkan proses penggorengannya pun masih tradisional yakni menggunakan kayu bakar.

"Kita pengolahannya masih tradisional masaknya menggunakan kayu bakar. Karena kalau kita pakai gas LPG, minyak lampu kan mahal dan kualitas keripiknya pun kurang bagus, lebih bagus lagi pakai kayu bakar tradisional," ucap Usman.

Berbagai jenis keripik yang diproduksi Usman, mulai dari keripik singkong dengan rasa yang original, keripik singkong sambal, balado hingga keripik pisang.

Harganya keripik produksi Wak Man ini pun bervariasi tergantung dengan varian rasanya, mulai dari Rp 25.000 per kilogram sampai Rp 45.000 per kilogramnya.

Bentuk keripik produksi Wak Man memiliki bentuk yang berbeda, dibandingkan produksi keripik lainnya.

Bentuknya lonjong, seperti bentuk asli singkong dan pisang. Selain itu, cita rasa keripik yang memiliki ciri khas tersendiri membuat para pecinta keripik tak ragu untuk membeli keripik produksi Wak Man.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon