Kabar Baik, Kebutaan Akibat Diabetes Bisa Dicegah dengan Konsumsi Obat Ini
Kamis, 27 Juni 2024 | 06:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ada kabar baik bagi penderita diabetes yang khawatir mengalami kebutaan. Dilaporkan Technology Network, Kamis (27/6/2024), uji klinis yang dilakukan oleh Universitas Oxford menunjukkan bahwa penggunaan tablet penurun diabetes, fenofibrate, ternyata mampu mengurangi risiko perkembangan retinopati diabetik sebesar 27%.
Diketahui diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil di bagian belakang mata, suatu kondisi yang disebut retinopati diabetik. Retinopati diabetik adalah salah satu dari lima penyebab utama kehilangan penglihatan di seluruh dunia dan satu-satunya penyebab utama yang meningkat dalam beberapa dekade terakhir.
Saat ini fenofibrate adalah tablet yang kerap digunakan untuk menurunkan kolesterol selama lebih dari 30 tahun. Ternyata dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford melalui program Lowering Events in Non-proliferative retinopathy in Scotland (LENS) menunjukkan penggunaan fenofibrate ternyata mampu menekan potensi kebutaan yang dialami oleh penderita diabetes.
David Preiss, Associate Professor di Oxford Population Health mengatakan retinopati diabetik tetap menjadi penyebab utama kehilangan penglihatan bagi penderita diabetes. Ia menjelaskan, umumnya para penderita diabetes akan mengonsumsi obat tertentu untuk menekan kadar gula mereka.

Hanya saja upaya itu sangat sulit dicapai bagi banyak orang karena obat yang tersedia sangat sedikit jumlahnya. "Fenofibrate mungkin menyediakan tambahan berharga untuk mengobati orang dengan retinopati diabetik tingkat awal hingga sedang," jelasnya.
David Preiss mengatakan Universitas Oxford melakukan uji coba terhadap 1.151 orang dewasa penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 di Skotlandia. Semua peserta memiliki retinopati diabetik tingkat awal hingga sedang ketika bergabung dengan uji coba ini.
Seluruh peserta kemudian dikelompokkan menjadi dua bagian yakni penderita diabetes yang mengonsumsi fenofebrite dan yang minum obat plasebo.
Dalam beberapa kurun waktu kemudian dilakukan observasi yang hasilnya cukup menarik. Dari uji coba yang dilakukan diketahui pasien diabetes yang menerima fenofibrate memiliki risiko 27% lebih rendah untuk perlu dirujuk untuk perawatan spesialis atau pengobatan untuk retinopati atau makulopati diabetik selama empat tahun. Hal ini kontras dengan kelompok penderita diabetes yang menerima plasebo.
Lucy Chambers, Kepala Komunikasi Penelitian di Diabetes UK, mengatakan masalah mata adalah komplikasi diabetes yang menakutkan dan terlalu sering terjadi. Namun, tindakan dini dapat menghentikan tanda-tanda awal kerusakan yang berkembang menjadi kehilangan penglihatan yang menghancurkan.
"Kami sangat senang dengan hasil positif dari uji coba besar ini tentang pengobatan baru untuk memperlambat perkembangan kerusakan mata, yang memiliki potensi untuk menguntungkan banyak orang dengan diabetes," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




