Bahaya Sound Horeg, 8 Dampak Buruk Mendengarkan Musik Terlalu Keras
Rabu, 6 Agustus 2025 | 19:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mendengarkan musik dengan volume tinggi, seperti sound horeg memang bisa memberi semangat, terutama saat bekerja, berkendara, atau bersantai. Namun, di balik kenikmatannya, ada bahaya tersembunyi yang mengancam kesehatan, khususnya bagi telinga dan otak.
Dikutip dari World Health Organization (WHO), batas aman volume suara yang bisa ditoleransi oleh telinga manusia adalah maksimal 85–90 desibel selama tidak lebih dari satu jam per hari.
Jika melebihi batas tersebut, apalagi dengan penggunaan headset atau terpapar langsung dari sumber seperti sound horeg secara terus-menerus, risiko gangguan kesehatan akan meningkat signifikan.
Berikut ini delapan bahaya sound horeg dan efek negatif dari kebiasaan mendengarkan musik terlalu keras dalam jangka panjang.
Deretan Bahaya Sound Horeg
1. Fungsi pendengaran menurun
Salah satu dampak paling umum adalah penurunan fungsi pendengaran. Suara yang melebihi 90 desibel bisa menyebabkan kerusakan permanen pada gendang telinga. Awalnya hanya terasa seperti telinga berdenging atau bergetar, tetapi lama-lama bisa berkembang menjadi gangguan pendengaran ringan hingga berat.
2. Gangguan pendengaran dini
Penggunaan headset atau mendengarkan musik dengan volume tinggi secara rutin dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen bahkan sejak usia 20-an. Hal ini disebabkan oleh kerusakan mikroskopis pada sel-sel rambut halus di dalam koklea telinga yang tidak bisa pulih secara alami.
3. Masalah saraf sensorik
Paparan suara keras secara terus-menerus bisa menurunkan fungsi saraf sensorik. Ketika sinyal dari telinga tidak dapat dikirimkan dengan baik ke otak, tubuh akan mengalami gangguan dalam merespons suara dan gerakan, termasuk refleks yang melambat.
4. Kerusakan otak dan sistem tubuh lain
Bahaya sound horeg tidak hanya terbatas pada telinga. Ketika otak terus-menerus menerima rangsangan keras, sistem saraf pusat bisa terganggu. Dampaknya bisa dirasakan pada koordinasi, keseimbangan tubuh, hingga kemampuan kognitif secara keseluruhan.
5. Menurunnya konsentrasi
Alih-alih meningkatkan fokus, musik bervolume tinggi justru mengganggu konsentrasi. Otak akan kesulitan memproses informasi kompleks karena energi dan perhatian tersedot untuk menangani stimulus suara yang terlalu keras.
6. Tuli permanen
Risiko terburuk dari mendengarkan musik terlalu keras adalah kehilangan pendengaran permanen. Tuli akibat kebisingan atau noise induced hearing loss (NIHL) tidak bisa disembuhkan dan sering kali memerlukan alat bantu dengar untuk komunikasi sehari-hari.
7. Keseimbangan tubuh terganggu
Telinga bagian dalam tidak hanya berfungsi untuk mendengar, tetapi juga mengatur keseimbangan tubuh. Jika bagian ini rusak akibat paparan suara keras seperti sound horeg, bisa muncul gangguan keseimbangan seperti vertigo, pusing, dan mual.
Menikmati musik memang menyenangkan, tetapi jangan sampai menimbulkan dampak serius bagi tubuh. Bahaya sound horeg bisa dicegah dengan cara sederhana. Hindari mendengarkan musik dalam volume tinggi, terutama melalui headset atau saat berada dekat dengan sumber suara ekstrem.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




