ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mgr Rubiyatmoko Berziarah Kubur KH Mahfudz Ridwan

Selasa, 27 Juni 2017 | 00:24 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko menyempatkan diri untuk berziarah kubur di makam keluarga Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang.
Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko menyempatkan diri untuk berziarah kubur di makam keluarga Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang.

SEMARANG – Di sela-sela kegiatan silaturahmi Idul Fitri pada hari pertama Lebaran 1 Syawal 1438 H, Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko menyempatkan diri untuk berziarah kubur di makam keluarga Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang.

Didampingi Anggota Kuria Keuskupan Agung Semarang (Romo FX Sukendar Wignyosumarta, Romo I. Triatmoko MSF, Romo I. Aria Dewanta SJ, dan Romo AG Luhur Prihadi) serta Ketua Komisi Hubungan Antaragama KAS, Romo Aloys Budi Purnomo Pr, Mgr Ruby berdoa di pusara makam KH Mahfudz Ridwan yang wafat 28 Mei 2017 lalu.

Menurut Romo Budi dalam rilisnya di Jakarta, Senin, ziarah dan doa di pusara makam KH Mahfudz Ridwan merupakan spontanitas kasih Mgr Rubiyatmoko sebagai Uskup Agung Semarang saat berkunjung ke Ponpes Edi Mancoro.

Di rumah kediaman mendiang KH Mahfudz Ridwan, rombongan Bapak Uskup disambut oleh Nyai Hajah Nafisah Ridwan, istri KH Mahfudz Ridwan. Saat itu, Gus Hanif yang menjadi penerus pengasuh pondok sedang keluar rumah.

ADVERTISEMENT

Secara spontan, sambil menunggu Gus Hanif, Romo Budi meminta ijin kepada Nyai Nafisah dan menawarkan kepada Bapak Uskup untuk sebentar berkunjung ke kubur tempat jenazah KH Mahfudz Ridwan dimakamkan. Ijin diberikan, tawaran disambut, maka beranjaklah rombongan berjalan kaki menuju makam yang tak jauh dari rumah kediaman Nyai Nafisah.

Doa Uskup
Sesampai di makam, Romo Budi berkata, "Abah KH Mahfudz Ridwan yang terkasih, assalamualaikum. Saya mengantar Bapak Uskup Agung Semarang yang baru, Mgr. Robertus Rubiyatmoko pengganti sahabat panjenengan mendiang Mgr. Johannes Pujasumarta. Kami datang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga segala khilaf dan salah kami dilebur pada hari raya ini. Doakanlah kami sebab kami percaya Mbah Mahfudz saat ini sudah bahagia di surga." Kalimat-kalimat itu diucapkan dalam bahasa Jawa halus oleh Romo Budi.

Sesudah itu, Mgr Rudy mulai berdoa. Kurang lebih, beginilah Mgr Ruby berdoa, "Ya Allah yang Maha Esa, Maha Kuasa dan Maha Kasih. Syukur bagiMu atas teladan kehidupan yang Kau berikan kepada kami melalui KH Mahfudz Ridwan semasa hidupnya. Keterbukaan dan persahabatannya dengan banyak orang termasuk dengan Gereja Katolik menjadi berkah untuk kehidupan bangsa kami.

Semoga bersama keluarga dan ahli warisnya, kami dapat selalu menjaga, mencontoh dan melanjutkan teladan hidupnya. Semoga Kau berkati bangsa kami dengan kerukunan, keadilan dan kesejahteraan seperti diperjuangkan KH Mahfudz Ridwan selama hidupnya.

Anugerahkanlah kedamaian, ketentraman dan kebahagiaan di surga kepada KH Mahfudz Ridwan. Berkatilah kami semua kini dan sepanjang masa. Amin."

Sesudah itu, rombongan Mgr Rubiyatmoko kembali ke rumah kediaman mendiang KH Mahfudz Ridwan untuk berjumpa dan bersilatutahmi dengan Gus Hanif. Romo Budi memperkenalkan satu per satu mulai dari Bapa Uskup, Romo Kendar, Romo Aria, Romo Tri dan Romo Luhur kepada Gus Hanif.

Gus Hanif masih sempat bercanda sambil memegang pundak Romo Budi, "Lah yang ini ndak diperkenalkan?" "Ndak usah Gus!" Jawab Romo Budi disambut tawa lepas Gus Hanif yang mempersilakan Bapak Uskup dan rombongan untuk duduk dan menikmti hidangan yang sudah disediakan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon