Curhat Marshanda: Gue Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa!
Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kabar mengejutkan datang dari artis Marshanda yang mengaku baru saja keluar dari sebuah rumah sakit jiwa di Los Angeles, Amerika Serikat. Tak hanya itu, Marshanda bahkan harus membayar biaya sebesar US$ 20 ribu atau sekitar Rp 297,9 juta untuk biaya pengobatan di sana.
Dalam unggahan di media sosialnya, wanita yang akrab disapa Chaca itu mengaku terpaksa menjalani pengobatan selama dua minggu di rumah sakit jiwa, saat dirinya dilaporkan hilang beberapa waktu lalu di Los Angeles, Amerika Serikat.
"Jadi saat gue di Amerika kemarin, di tanggal 27 Juni, gue main di sebuah pantai namanya Venice Beach. Saat itu gue tinggal semua handphone gue di hotel, karena gue mau me time. Di situ, Sheila nelepon gue sampai tujuh kali. Terus dia panic attack karena gue nggak bisa ditemuin. Dia lalu ambil keputusan, ngelaporin gue ke 911," cerita Marshanda.
"Saat balik ke hotel, gue sempet bingung karena softlens yang gue pakai kena air laut. Dan saat itu, gue sempet minta bantuan orang nunjukin arah penginapan gue yang sebenarnya nggak jauh-jauh amat. Tapi saat itu, tiba-tiba muncul ambulance 911 yang membawa gue ke rumah sakit jiwa atau mental health facility," lanjutnya.
Saat itu, Marshanda merasa heran, kenapa dirinya sampai dibawa ke RSJ? Pasalnya dirinya mengaku baik-baik saja. Saat akan dibawa pun, petugas medis sempat bertanya kondisi Marshanda kala itu.
"Mereka nanya 'are you okay? what's your name? asal lo dari mana?' kayak memastikan gue waras dan kayak gue ini sadar diri, nggak. Dan gue bisa jawab semua pertanyaan mereka. Tapi setelah mereka lihat obat-obatan yang gue konsumsi, di handphone gue, yang itu merupakan obat buat orang yang punya penyakit bipolar, membuat 911 bawa gue ke mental health facility. Itu semua udah di luar kontrol, even Sheila atau David, mereka enggak bermaksud sampai gue dibawa ke rumah sakit jiwa," ungkapnya lagi.
Saat berada di rumah sakit jiwa, semua orang yang mengenal Marshanda tak bisa mengakses keberadaanya. Ternyata gara-gara, semua alat komunikasi yang digunakan Marshanda harus disimpan oleh pihak rumah sakit jiwa tersebut.
"Mereka menahan gue di sana dari 27 Juni sampai 11 Juli di mental health facility, di mana semua orang nggak bisa ngakses gue. Dan saat keluar dari sana, gue dapat tagihan rumah sakit sebesar 20.000 dolar AS atau sekitar Rp 297,9 juta-an. Padahal gue masuk situ itu bukan karena kemauan gue, tapi laporan Sheila dan suaminya," tegasnya.
Sayangnya, Sheila dan suaminya, David, yang melaporkan Marshanda ke 911 sehingga membuat Marshanda harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa malah lepas tanggung jawab, dan tidak mau membantu Marshanda.
"Sampai sekarang aku harus nyicil. Minta tanggung jawab kepada orang yang ketika dikasih tahu 'Ini gara-gara lo', mereka jawabnya gini, 'Cha, kita tuh nolongin lo. Lo bilangnya pengin collab sama Sheila untuk ngomongin soal healing. Kita tuh omongin fakta'. Mereka merasa yang mereka lakukan itu benar. Mereka nggak sadar itu, tuh, ada ikatan, ada hubungannya dengan perbuatan mereka," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




