ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cerita Otak Sindikat Jual Beli Ginjal Internasional

Minggu, 23 Juli 2023 | 09:37 WIB
RA
BW
Penulis: Roy Adriansyah | Editor: BW
Hanim, tersangka yang menjadi otak dari sindikat jual beli organ ginjal jaringan internasional Indonesia dan Kamboja.
Hanim, tersangka yang menjadi otak dari sindikat jual beli organ ginjal jaringan internasional Indonesia dan Kamboja. (Beritasatu.com/Roy Adriansyah)

Jakarta, Beritasatu.com – Hanim, tersangka yang menjadi otak dari sindikat jual beli organ ginjal jaringan internasional Indonesia dan Kamboja, mengungkap bagaimana dia terlibat dalam bisnis ilegal itu. Hanim akhirnya ditangkap oleh polisi.

Hanim mengaku telah terlibat dalam bisnis ilegal jual beli organ ginjal selama tiga tahun terakhir. Sindikat yang dioperasikannya adalah satu-satunya yang memiliki hubungan dengan Rumah Sakit Preah Ket Mealea di Kamboja untuk melakukan bisnis jual beli ginjal.

Dalam wawancara langsung, Hanim menceritakan, ia terjun ke bisnis ilegal ini pada 2019, tak lama setelah terjebak dalam utang dan akhirnya menjual ginjalnya. Sejak saat itu, Hanim berhasil membantu memfasilitasi proses pembelian ginjal bagi sedikitnya 31 orang korban.

ADVERTISEMENT

Ia tidak bekerja sendirian, melainkan dibantu oleh sembilan rekannya yang memiliki tugas berbeda. "Seperti mencari calon korban, mengurus dokumen paspor, dan mengatur penerbangan para korban agar tidak terkendala," kata Hanim, Sabtu (22/7/2022).

Sebelum diberangkatkan ke Kamboja untuk menjual ginjal, para korban ditampung di sebuah kontrakan di kawasan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga mendapatkan permintaan dari pihak RS Preah Ket Mealea yang berhubungan langsung dengan Hanim.

Setelah mendapatkan permintaan dari rumah sakit, Hanim langsung membawa para korban ke Kamboja. Begitu tiba di Kamboja, para korban akan ditempatkan di lantai tiga rumah sakit sambil menunggu calon pembeli.

Proses transaksi terjadi setelah para korban menemukan pembeli dan menandatangani persetujuan. Mereka kemudian dioperasi oleh seorang dokter bernama Profesor Chen dan menjalani masa pemulihan di lantai 4 rumah sakit selama 10 hari, dijaga ketat oleh petugas rumah sakit dan tidak diizinkan untuk dijenguk.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon