Polisi: Pembunuhan di Central Park Direncanakan
Rabu, 27 September 2023 | 10:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Andi Handoyo atau AH (26) terduga pelaku pembunuhan di Central Park dengan korban seorang wanita Fresa Danella atau FD (44), diduga telah melakukan perencanaan atas aksi kejinya itu. Hal itu terungkap berdasarkan pemeriksaan keterangan pelaku oleh Polsek Tanjung Duren.
"Jadi untuk perencanaan dari pelaku dari awal memang sudah ada, karena dia memang mempersiapkan pisau dari rumah. Kemudian dia juga ke lokasi TKP itu dari keterangan yang dimiliki kami, baik dari rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi sudah dari sebelum jam kejadian," kata Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Muharam Wibisono Adipradono di Mapolsek Tanjung Duren, Selasa (26/9/2023).
Kompol Muharam juga menyebut pelaku sudah berada di sekitar area kejadian, sebelum kejadian itu terjadi.
"Jadi bukan dia tiba-tiba datang terus langsung. Sebelum kejadian dia sudah berada di sekitar area tersebut," tambahnya.
Dikatakan, saat ini, pelaku sedang diperiksa intensif untuk mendalami motif pembunuhan tersebut. Namun, sejauh ini, pelaku kerap memberikan keterangan berubah dan berbelit.
"Keterangan memang simpang siur. Maksudnya keterangan itu kadang berubah-ubah dan ini makanya kita harus betul-betul memastikan keterangan dan faktanya," katanya.
Diberitakan, seorang wanita tewas dibunuh di Lobby Laguna Central Park Mall, Jalan S Parman, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (26/9/2023). Korban tewas dengan luka sayatan yang fatal di bawah leher. Saat kejadian korban yang merupakan warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tersebut hendak berangkat ke tempat kerja yang tak jauh dari lokasi kejadian dengan berjalan kaki.
Seusai melakukan aksi kejinya, pelaku sempat hendak melarikan diri. Namun, langkah pelaku dihentikan sejumlah petugas sekuriti yang kemudian menyerahkannya ke pihak kepolisian yang datang ke lokasi kejadian.
Saat ini polisi masih mendalami motif pembunuhan. Polisi menyebut pelaku memberikan keterangan yang berbelit.
"Dari keterangan pelaku memang simpang siur. Maksudnya keterangan itu kadang berubah-ubah dan sangat berbelit. Kami masih mendalami kembali apa motif yang membuat dari pelaku ini sehingga tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap korban. Kami belum dapat pastikan 100% motif dari pelaku melakukan tindak pidana ini," kata Kompol Muharam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




