ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KKP Jaga Perairan Raja Ampat dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina

Kamis, 16 Februari 2023 | 14:05 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
Apel BKIPM yang digelar di Raja Ampat, Selasa 14 Februari 2023.
Apel BKIPM yang digelar di Raja Ampat, Selasa 14 Februari 2023. (Dok. KKP)

RAJA AMPAT, Beritasatu.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen menjaga ekosistem perairan Raja Ampat dari masuk dan tersebarnya hama penyakit ikan karantina (HPIK), agensia hayati, jenis asing invasif, dan produk rekayasa genetik (PRG).

Komitmen ini ditunjukkan dengan pelaksanaan apel Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) yang dipimpin langsung oleh Kepala BKIPM, Pamuji Lestari.

"Karenanya kita harus menjaga Raja Ampat dari ancaman tersebut, termasuk memastikan tumbuhan dan satwa langka dan sumber daya genetik (SDG) dari luar negeri ke dalam Negeri dengan menjalankan pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan," kata sosok yang akrab disapa Tari saat memimpin apel BKIPM di Raja Ampat, Selasa (14/2/2023).

ADVERTISEMENT

Tari mengungkapkan wilayah perbatasan merupakan salah satu exit entry point yang harus tetap diawasi, termasuk wilayah perbatasan di Raja Ampat. Apalagi, perairan Raja Ampat merupakan salah satu wilayah perbatasan yang memiliki aspek strategis baik geopolitik, sosial dan budaya.

Dikatakannya, Kabupaten Kepulauan Raja Ampat yang ditaburi mozaik 610 pulau-pulau kecil dengan panjang garis pantai 753 km.

"Ini bagian terpenting dari ekosistem kepulauan nusantara yang sangat kaya akan sumber daya kelautan dan perikanan," ujar Tari.

Wilayah perbatasan Raja Ampat yang berbatasan langsung dengan Republik Federal Palau, dianggap bisa menjadi rawan. Terlebih kerawanan dalam pelanggaran hukum lintas batas seperti illegal trading, illegal mining, illegal dredging/sand, illegal migration, illegal logging, human trafficking, people smuggling, penyelundupan barang, pencurian ikan (illegal fishing), perompakan (sea piracy), dan sebagainya.

"Oleh karena itu, kita berkumpul di sini untuk menegaskan posisi dan komitmen BKIPM dalam menjaga mutu dan kualitas hasil perikanan," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan peningkatan pengawasan di laut Indonesia bukan hanya untuk memerangi pencurian ikan, tapi juga menjaga kelestarian ekosistem laut secara berkelanjutan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

NASIONAL
65 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung dan Siap Beroperasi pada 2026

65 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung dan Siap Beroperasi pada 2026

EKONOMI
KKP Kaji Harga BBM Khusus Nelayan untuk Tekan Lonjakan Biaya Melaut

KKP Kaji Harga BBM Khusus Nelayan untuk Tekan Lonjakan Biaya Melaut

EKONOMI
Viral Dijual Rp 65 M, KKP Hentikan Operasional Pulau Umang di Banten

Viral Dijual Rp 65 M, KKP Hentikan Operasional Pulau Umang di Banten

NASIONAL
KKP Ancam Tutup Gerai Penjual Ikan yang Gunakan Formalin

KKP Ancam Tutup Gerai Penjual Ikan yang Gunakan Formalin

EKONOMI
Jawa Tengah Rajai Produksi Cumi dan Ikan Layang

Jawa Tengah Rajai Produksi Cumi dan Ikan Layang

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon