ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dokter Fina: Sudah Kuliah Kedokteran Mahal, Tak Bisa Kerja Hanya Karena STR

Sabtu, 25 Maret 2023 | 17:04 WIB
H
R
Penulis: Herman | Editor: RZL
Ilustrasi.
Ilustrasi. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Sulitnya dokter di Indonesia mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) dan izin praktik menjadi masalah yang banyak dikeluhkan lulusan profesi dokter. Contohnya dialami dr. Fina Lala.

Dokter asal Aceh itu sudah mengikuti ujian mendapatkan STR sejak 2013, namun sampai saat ini belum juga dinyatakan lulus. Kehadiran RUU Kesehatan diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan tersebut. Pasalnya tidak hanya Fina, ada ribuan dokter yang juga mengalami hal serupa.

"Untuk apa diuji sampai beberapa kali, tetapi tidak juga diluluskan? Kami sudah kuliah mahal-mahal, lalu ikut ujian mendapatkan STR yang juga tidak murah, tetapi sampai sekarang belum juga bisa bekerja," ungkap Fina kepada Beritasatu.com, Sabtu (25/3/2023).

ADVERTISEMENT

Saat ini ada sekitar 2.500 lulusan profesi dokter yang tergabung dalam Forum Dokter Pejuang STR. Tuntutannya sama, meminta agar izin praktik dokter dan STR tidak lagi dipersulit

"Tentu harapan saya sama dengan yang lain, tolonglah agar STR ini tidak lagi dipersulit. Buat supaya lebih mudah, tidak perlu ujian sampai berkali-kali baru diluluskan. Yang kedua, tolonglah jangan berlaku 5 tahun sekali. Kalaupun memang harus pakai masa berlaku, paling tidak 10 tahun," ujarnya.

Fina lalu bercerita perjuangannya mendapatkan STR yang tak kunjung membuatkan hasil, meskipun sudah berkali-kali ikut ujian sejak 2013. Selain besarnya biaya yang harus dikeluarkan, standar kelulusan nilai yang diterapkan dalam uji kompetensi dokter Indonesia (UKDI) juga tak pernah diketahuinya.

"Sudah berkali-kali ikut ujian, dua kali setahun, tapi belum juga dapat STR. Padahal untuk ikut ujian, saya harus terbang dari Aceh ke Jakarta, paling tidak mengeluarkan biaya Rp 10 juta," kata Fina.

"Belum lagi bayar uang ujian Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta, tetapi tidak lulus juga. Kami sudah punya ijazah, sudah punya sumpah, hanya karena selembar kertas STR kami tidak bisa bekerja," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IDI Soroti Ketimpangan Penyebaran Dokter di Indonesia

IDI Soroti Ketimpangan Penyebaran Dokter di Indonesia

LIFESTYLE
Masih Jadi Kebiasaan, Dokter Ingatkan Bahaya Merokok setelah Makan

Masih Jadi Kebiasaan, Dokter Ingatkan Bahaya Merokok setelah Makan

LIFESTYLE
Polresta Malang Kota Pastikan Kasus Dokter AY Ditangani Transparan

Polresta Malang Kota Pastikan Kasus Dokter AY Ditangani Transparan

JAWA TIMUR
Data Pegawai BUMN hingga Dokter Penerima Bansos Perlu Diverifikasi

Data Pegawai BUMN hingga Dokter Penerima Bansos Perlu Diverifikasi

EKONOMI
PPATK: Data Dokter-Pegawai BUMN Penerima Bansos Masih Akan Bertambah

PPATK: Data Dokter-Pegawai BUMN Penerima Bansos Masih Akan Bertambah

NASIONAL
Mensos Ungkap Anggota DPR, Pegawai BUMN dan Dokter Terima Bansos

Mensos Ungkap Anggota DPR, Pegawai BUMN dan Dokter Terima Bansos

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon