ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Semangat Mengaji Para Lansia di Kampung Mualaf Saat Ramadan

Jumat, 31 Maret 2023 | 13:18 WIB
RD
MF
Penulis: Rifqi Danwanus | Editor: DIN
Suasana Ramadan di kampung mualaf yang berada di Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jumat, 31 Maret 2023.
Suasana Ramadan di kampung mualaf yang berada di Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jumat, 31 Maret 2023. (Beritasatu.com/ Rifqi Danwanus)

Lumajang, Beritasatu.com - Suasana Ramadan di kampung mualaf yang berada di Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang semakin terasa. Setiap sore, puluhan warga lansia yang mualaf semangat belajar agama dengan mengaji di sebuah mushola kecil yang terletak di sudut Desa.

Mereka memperdalam ajaran agama Islam dengan belajar membaca bacaan Al-Qur’an serta gerakan salat. Dibantu penyuluh dari kantor Kementiran Agama setempat, para mualaf lansia ini cukup khidmat dan antusias saat mengaji.

Diketahui, ada sekitar 30 warga kampung setempat yang berstatus mualaf. Sebagian besar dari mereka merupakan para lansia yang kini tengah mendapat pendampingan pembelajaran agama. Sementara, sebagian penduduk Desa memeluk agama Hindu.

ADVERTISEMENT

Tentu suasana aktivitas mengaji ini menjadi kebiasaan baru warga setempat. Keinginan kuat para lansia ini untuk belajar agama juga membuat para penyuluh agama Islam semangat mendampingi dan membimbing dengan sangat telaten.

Mereka juga mengaku senang bisa belajar agama bersama-sama karena bagi mereka tidak ada kata terlambat untuk belajar. Huruf demi huruf mereka eja, gerakan demi gerakan salat mereka pelajari dari apa yang diperagakan oleh penyuluh supaya bisa lancar untuk menjalankan ibadah keyakinan baru mereka.

Suwantoro, salah seorang warga mengaku senang mendapat bimbingan dari pemerintah untuk bisa mendalami agama Islam. "Adanya dukungan dari para penyuluh ini cukup membantu. Alhamdulillah kami disini pelan-pelan bisa belajar ngaji," katanya pada Jum'at (31/3/2023).

Selain membaca Al-qur'an dan sholat, mereka juga diajari mengenai makna puasa di bulan Ramadhan. Nanik Puspita, salah seorang warga lain mengaku sebelumnya mereka belajar mendalami agama Islam melalui buku.

Namun dengan adanya bantuan penyuluh ini, proses belajar mereka bisa lebih cepat dan mudah dengan metode mengaji tatap muka. "Sebelumnya kami belajar dari bacaan. Tapi sekarang sudah ada penyuluh jadi bisa sama-sama belajar disini dan bisa mendapat pendampingan," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon