Erick Perintahkan Dirut KAI Bersih-bersih dari Terorisme
Rabu, 16 Agustus 2023 | 00:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memerintahkan Direktur Utama dan Komisaris PT KAI untuk bersih-bersih karyawanannya dari paparan terorisme. Hal ini merespon dari DE (28 tahun) seorang karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang merupakan bagian dari BUMN ditangkap Densus 88 karena terduga terpapar paham terorisme di Kota Bekasi.
"Direktur Utama dan Komisaris Utama PT KAI akan bersih-bersih dan memastikan tidak ada terorisme lagi. Kebijakan saya sebagai Menteri BUMN sudah sangat jelas bahwa tidak akan mentolerir aksi seperti itu," kata Erick kepada Beritasatu.com di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (15/8/2023).
Menurutnya, kejadian ditangkapnya karyawan perusahaan dari BUMN sudah kedua kalinya terjadi. Yang pertama adalah karyawan PT Krakatau Steel di tahun 2019 lalu.
"Dan hal ini terulang kembali. Jadi sudah saatnya perusahaan BUMN kembali bersih-bersih," ucap Erick.
Sementara terkait proses seleksi penerimaan calon pegawai perusahaan yang berada di bawah BUMN, Erick meminta direksi dan komisaris harus membumi. Hal ini perlu dilakukan agar bisa memberikan penilaian secara langsung dan mengetahui faktanya di lapangan.
"Kami pun di Kementerian BUMN bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk bisa melakukan koordinasi dan mengecek para karyawan dan calon karyawan," ucap dia.
Erick pun meminta direksi perusahaan bertanggung jawab bila ada kejadian seperti terorisme ini. Perusahaan BUMN merupakan pelayanan publik.
"Kalau kita menyakiti publik atau masyarakat, maka harus berani bertanggung jawab, apalagi terorisme itu sesuatu yang tidak bisa ditolerir," pungkas Erick.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




