ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Akan Libatkan Swasta Bangun Jaringan Gas Bumi

Kamis, 12 Oktober 2023 | 18:19 WIB
MM
R
Penulis: Moh. Said Mashur | Editor: RZL
Pipa jaringan gas.
Pipa jaringan gas. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) membahas progres pembangunan jaringan gas bumi dan subsidi LPG di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/10/2023). Dalam ratas, Jokowi meminta agar pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga dipercepat demi mengurangi beban fiskal dari subsidi LPG.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan beban fiskal pemerintah untuk subsidi LPG terus meningkat. Konsumsi LPG subsidi pada 2022 mencapai 7,8 juta ton. Sementara LPG non subsidi menurun yaitu sekitar 570.000 ton.

Menurut Airlangga, subsidi untuk konsumsi LPG tahun 2023 diperkirakan mencapai Rp 117 triliun.

ADVERTISEMENT

"Beban fiskal ini terus meningkat karena konsumsi LPG dari tahun ke tahun terus meningkat terutama LPG subsidi," kata Airlangga seusai mengikuti rapat.

Demi mengurangi beban fiskal tersebut, pemerintah akan melakukan percepatan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga. Airlangga mengungkapkan progres pembangunan jaringan gas bumi ke rumah tangga baru mencapai 835.000 sambungan rumah (SR).

Jaringan tersebut dibangun oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebanyak 241.000 SR dan pemerintah sebanyak 594.000 SR. Angka ini masih jauh dari target pemerintah yaitu 4 juta SR pada 2024.

"Tentu jaringan gas ini menjadi perhatian pemerintah agar jaringan gas ini bisa dinaikan di tahun 2024 ke angka 2,5 juta jaringan," kata Airlangga.

Pembangunan 2,5 juta SR hingga 2024 nantinya akan melibatkan pihak swasta melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU. Hal tersebut akan diatur dalam perubahan peraturan presiden (perpres) dengan Kementerian ESDM akan menjadi penanggung jawab dalam KPBU tersebut.

"Nah caranya tentu merubah perpres sehingga memungkinkan pihak swasta bisa ikut di dalam pengembangan jaringan gas kota," kata Airlangga.

Untuk diketahui, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pembangunan jaringan gas ditargetkan mencapai 4 juta SR. Pemerintah terus mendorong penggunaan jaringan gas rumah tangga sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap gas LPG.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

EKONOMI
Gas 3 Kg di Bekasi Tembus Rp 23.000, Warga Menjerit

Gas 3 Kg di Bekasi Tembus Rp 23.000, Warga Menjerit

JAWA BARAT
Pertamina Pastikan Pasokan Gas di Kediri Aman selama Libur 1 Muharam

Pertamina Pastikan Pasokan Gas di Kediri Aman selama Libur 1 Muharam

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon