ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KLHK Sudah Kembalikan 500.000 Hewan Dilindungi ke Habitatnya

Kamis, 7 Maret 2024 | 01:22 WIB
A
IC
Penulis: Antara | Editor: CAH
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat memberikan keterangan terkait pelepasliaran dua harimau sumatera ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat memberikan keterangan terkait pelepasliaran dua harimau sumatera ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). (Antara/Antara)

Medan, Beritasatu.com - Lebih dari 500.000 hewan dilindungi telah berhasil dilepaskan kembali ke habitatnya selama delapan tahun terakhir. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan hewan tersebut mencakup beragam jenis satwa yang dilindungi, termasuk berbagai burung, tukik, lumba-lumba, harimau, dan orangutan.

Terbaru Menteri Siti  melepaskan dua ekor harimau Sumatera bernama Ambar Goldsmith dan Beru Situtung kembali ke Taman Nasional Gunung Leuser.

“Upaya pelepasan hewan dilindungi telah dilakukan berulang kali sebagai bagian dari usaha penyelamatan satwa dari konflik dengan manusia. Ini bukan kali pertama kita melakukan pelepasan seperti ini. Sebelumnya, saya juga telah melakukan hal yang serupa di Jambi dan beberapa lokasi lainnya,” kata Siti Nurbaya di Medan dikutip dari Antara, Rabu (6/3/2024).

ADVERTISEMENT

Sebelum dilepaskan kembali ke alam, hewan-hewan tersebut menjalani proses rehabilitasi untuk memulihkan sifat alaminya.

Menurut  Siti, harimau Sumatera telah menjadi fokus perhatian internasional karena dianggap sebagai satwa kharismatik, sejajar dengan gajah, orangutan, dan badak, sesuai dengan karakteristik habitatnya di hutan.

"Kedua harimau tersebut dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Leuser, yang saat ini diakui sebagai salah satu dari sedikit wilayah alam terakhir, yang juga menjadi rumah bagi beberapa satwa kharismatik lainnya, seperti gajah dan orangutan," tambahnya.

Kedua harimau Sumatera yang dilepaskan ke Taman Nasional Gunung Leuser tersebut adalah betina dan diberi nama Ambar Goldsmith, yang berusia sekitar 5,5 tahun.

Ambar sebelumnya ditangkap menggunakan perangkap oleh Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara dan mitra pada 21 Desember 2022 di Dusun Aras Napal, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Selanjutnya, Ambar Goldsmith dirawat sementara di instalasi kandang SRA (Sumatran Rescue Alliance) di Desa Bukit Mas, sebelum dipindahkan ke Suaka Satwa Harimau Sumatera di Barumun Nagari, Kabupaten Padang Lawas Utara, untuk perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, Beru Situtung adalah harimau betina berusia 3-4 tahun yang diselamatkan dari interaksi negatif antara manusia dan harimau Sumatera di Hutan Lindung Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan.

Beru Situtung menjalani perawatan dan observasi di fasilitas penyelamatan kantor Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tapak Tuan-Aceh Selatan, BBTNGL, hingga kondisinya pulih dan sehat.

Pada 8 April 2023, Beru Situtung dipindahkan ke Suaka Satwa Harimau Sumatera Barumun untuk dilakukan observasi dan kajian perilaku, serta perawatan intensif hingga siap untuk dilepasliarkan kembali.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Buaya Muncul di Kali Caringin, SMAN 5 Depok Cemas Keselamatan Siswa

Buaya Muncul di Kali Caringin, SMAN 5 Depok Cemas Keselamatan Siswa

JAWA BARAT
Binturung Langka Turun Gunung Hebohkan Warga Menes Pandeglang

Binturung Langka Turun Gunung Hebohkan Warga Menes Pandeglang

BANTEN
Singa Peliharaan Kabur dari Rumah, Serang 3 Warga di Lahore Pakistan

Singa Peliharaan Kabur dari Rumah, Serang 3 Warga di Lahore Pakistan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon