ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Akademisi UIN: Perempuan Harus Jadi Prioritas dalam Upaya Penanggulangan Terorisme

Jumat, 8 Maret 2024 | 02:08 WIB
A
BW
Penulis: Antara | Editor: BW
Siti Musdah Mulia
Siti Musdah Mulia (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Akademisi dari UIN Syarif Hidayatullah, Siti Musdah Mulia, mengatakan, perempuan harus menjadi fokus utama dalam upaya penanggulangan terorisme dan radikalisme.

Musdah menjelaskan, pola rekrutmen jaringan teror terhadap anak-anak dan remaja sering dimulai dengan merekrut perempuan sebagai ibu mereka, sehingga perempuan harus menjadi prioritas dalam penanggulangan ini.

"Upaya berkelanjutan dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme harus memprioritaskan perempuan karena mereka dianggap sebagai figur terdekat dengan anak-anak," kata Musdah di Jakarta, Kamis (7/3/2024).

ADVERTISEMENT

Musdah menyoroti alasan mudahnya perempuan Indonesia terlibat dalam radikalisme dan terorisme, yaitu karena kelompok radikal menyadari perempuan cenderung tertarik dengan isu agama.

Oleh karena itu, penting bagi perempuan Indonesia untuk diberikan pendidikan dan pemahaman keagamaan yang baik dan moderat.

"Jika para perempuan Indonesia diberikan pendidikan dan pemahaman keagamaan yang baik dan moderat, maka pemahaman agama yang intoleran dan radikal tidak akan mudah memengaruhi mereka,” katanya.

“Hal ini memungkinkan perempuan untuk tidak hanya menerima narasi keagamaan secara tekstual, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis dalam konteks agama," tambah Musdah.

Musdah juga menyoroti bahwa banyak perempuan masih terjebak dalam doktrin yang mengharuskan mereka tunduk dan patuh tanpa memiliki hak untuk bertanya atau menolak.

Menurut Musdah, adanya indoktrinasi yang mewajibkan perempuan untuk patuh secara mutlak tanpa memberikan ruang bagi argumentasi dan pemikiran logis membuat mereka lebih rentan terhadap pengaruh radikalisme.

"Oleh karena itu, peran pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, dan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat sangat penting dalam membekali perempuan dengan kemampuan untuk mengkritisi narasi atau argumentasi yang mereka hadapi," katanya.

Musdah juga menyarankan agar upaya penanggulangan terorisme tidak hanya berupa program ad hoc atau sekali waktu saja.

Baginya, radikalisasi perempuan yang terus meningkat jika tidak ditangani dengan serius dapat menyebabkan instabilitas yang berpotensi mengganggu kedamaian di Indonesia.

"Perlunya edukasi yang tidak hanya melibatkan diskusi publik, tetapi juga program yang langsung melibatkan guru, ibu rumah tangga, serta kelompok pengusaha dan korporasi. Perempuan dan kelompok masyarakat lainnya perlu terus-menerus diberi pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme," kata Musdah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon