MUI Minta Stakeholder Beri Literasi ke Masyarakat Soal Pemboikotan Produk Israel
Minggu, 31 Maret 2024 | 13:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta seluruh stakeholder yang mendukung aksi boikot untuk membantu pemerintah memberi literasi kepada masyarakat soal daftar produk terafiliasi Israel dari sumber jelas dan dipercaya.
“MUI meminta kepada stakeholder terkait, seperti pemerintah, kementerian, dan lembaga non-struktural untuk aktif memberikan literasi bagi masyarakat dengan membuka data dan informasi produk mana yang terafiliasi serta menyebutkan sumber yang jelas, itu tidak masalah,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Arif Fahrudin dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu(31/3/2024) dikutip Antara .
Menanggapi aksi boikot pada sejumlah produk tertentu, Arif Fahrudin mengatakan MUI tidak memiliki otoritas membuat daftar produk terafiliasi. Namun, MUI membolehkan lembaga atau masyarakat yang melangsungkan aksi tersebut melakukan riset untuk membuktikan produk tersebut benar terafiliasi dengan Israel. Dengan catatan, kata dia, masyarakat yang melakukan boikot diimbau menggunakan daftar produk dari sumber jelas sebagai rujukan. “Ramadan kali ini bisa menjadi momentum untuk melakukan gerakan boikot produk pro-Israel secara masif,” katanya.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto mendorong masyarakat dan pihak kampus untuk melakukan riset produk guna mengetahui perusahaan atau produk apa saja yang terafiliasi dengan pihak Israel.
Selain itu, MUI mengimbau kepada pedagang di Indonesia agar tidak menjual produk-produk yang mendukung atau terafiliasi dengan Israel. Aksi boikot itu dinilainya dapat memperlemah ekonomi Israel agar tidak melakukan penyerangan lagi terhadap Palestina.
Sebelumnya, Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) menyebut sejumlah merek dan perusahaan yang terafiliasi dengan Israel, seperti Starbucks, Danone, Nestle, Zara Kraft Heinz, Unilever, Coca Cola Group, McDonalds, Mondelez, Burger King, hingga kurma Israel.
Menurut Direktur Eksekutif YKMI Ahmad Himawan pada Jumat (15/3/2024), masih ada produk lain yang terafiliasi dan tersebar di Indonesia.
Daftar produk tersebut dikeluarkan YKMI untuk menjawab kebingungan masyarakat terhadap produk terafiliasi, serta menjadi penguat dari Irsyadat MUI “Ramadan Tanpa Produk Genosida”.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




