Melihat Kerja Dana Desa yang Mampu Memberikan Dampak Nyata ke Masyarakat
Rabu, 7 Agustus 2024 | 05:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah konsisten menggelontorkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk Dana Desa sejak 2015. Pada awalnya, pemerintah menyisihkan anggaran Dana Desa sebesar Rp 20,8 triliun. Setiap tahun, anggaran Dana Desa terus membesar hingga mencapai Rp 71 triliun pada 2024.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyampaikan apresiasinya terhadap program Dana Desa, yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"APBN 2024, jumlah Dana Desa digulirkan sebesar Rp 71 triliun. Hal ini untuk mendukung pendanaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan serta pembinaan kemasyarakatan. Uang yang disalurkan melalui Dana Desa berperan penting dalam meningkatkan pelayanan publik, mengentaskan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, serta memajukan perekonomian desa," ucap Thomas di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Pada kesempatan tersebut, Thomas menyoroti data-data yang menunjukan keberhasilan Dana Desa dalam mengembangkan perdesaan Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin perkotaan telah turun dari 12,2 juta orang pada Maret 2021 menjadi 11,9 juta orang pada September 2022. Sementara itu, pada periode yang sama, penduduk miskin di pedesaan turun dari 15,4 juta orang pada Maret 2021 menjadi 14,4 juta orang.
Kemudian, Kementerian Desa PDTT mencatat kenaikan jumlah desa berstatus desa Mandiri, dari semula 840 desa pada 2019 meningkat menjadi 16.908 desa pada 2024. Sementara itu, jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal mengalami penurunan dari semula 21.162 desa pada 2019 turun menjadi 6.748 desa pada 2024.
"Hal ini menjadi salah satu bukti dampak positif adanya Dana Desa bagi kemajuan desa. Selama kurun waktu 2015 sampai dengan 2023, manfaat anggaran Dana Desa telah menghasilkan berbagai capaian yang menunjang aktivitas perekonomian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa," jelas Thomas.
Pada 2024, arah kebijakan penggunaan Dana Desa diprioritaskan antara lain untuk mendukung penanganan kemiskinan ekstrem, program ketahanan pangan program pencegahan dan penurunan stunting, serta program sektor prioritas di desa sesuai potensi dan karakteristik desa.
Thomas mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal penggunaan Dana Desa agar terserap secara maksimal untuk pembangunan desa. Ia juga mendorong pengelola Dana Desa untuk terus menjaga keterbukaan informasi publik, agar seluruh masyarakat dapat mengawal penggunaan Dana Desa.
"Kita jaga dan awasi bersama penggunaannya agar optimal dalam memajukan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandas Thomas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




