ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Eks Pimpinan KPK Minta Prabowo Beri Perhatian ke Indeks Persepsi Korupsi Indonesia

Senin, 28 Oktober 2024 | 17:36 WIB
MR
SL
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: LES
Eks Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin 28 Oktober 2024.
Eks Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin 28 Oktober 2024. (Beritasatu/Muhammad Aulia)

Jakarta, Beritasatu.com - Eks Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang meminta Presiden Prabowo Subianto menaruh atensi serius terhadap indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia. IPK tersebut menurutnya penting sebagai indikator untuk mengukur sejauh mana keberhasilan upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air.

“Pak Prabowo harus tegas mau indeks persepsi korupsi berapa ketika dia berakhir memerintah Indonesia, tadi saya menyampaikan itu. Jadi kalau sekarang indeks persepsi korupsi Indonesia 34 sangat kompleks, kira-kira Pak Prabowo ini mau enggak 60 atau 50 di atas Malaysia indeks persepsi korupsinya. Jadi KPI-nya harus jelas, key performance indicators-nya gitu. Itu yang saya sampaikan,” kata Saut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/10/2024).

Saut turut menyampaikan harapan agar Prabowo dapat menyampaikan secara terperinci dasar-dasar pemikirannya, khususnya terkait upaya pemberantasan korupsi saat momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Desember mendatang. Dia menanti adanya perubahan signifikan terhadap upaya pemberantasan korupsi ke depan.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Mentan Genjot Pencetakan Sawah

ADVERTISEMENT

Nanti akan ada Hari Antikorupsi Sedunia tanggal 9 Desember. Kita harapkan Prabowo menyampaikan dasar-dasar pemikirannya sebelum 100 hari dia memimpin,” ucap Saut.

Saut juga meyakini, akan ada gaya pemberantasan korupsi yang berbeda dalam pemerintahan kali ini. Dia berharap perbedaan gaya tersebut dapat menyelesaikan permasalahan korupsi yang sudah berlangsung lama.

“Pasti akan ada style yang berbeda, strategi berbeda, mungkin strukturnya juga berbeda karena nilai yang di kepala beliau untuk berantas korupsi pasti beda juga dengan sebelumnya. Sudah jelas kok statement-nya,” tutur Saut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kronologi Meninggalnya Baharuddin Lopa Seusai Ringkus Koruptor Kakap

Kronologi Meninggalnya Baharuddin Lopa Seusai Ringkus Koruptor Kakap

NASIONAL
Kisah Baharuddin Lopa, Jaksa Agung yang Bongkar Korupsi Besar RI

Kisah Baharuddin Lopa, Jaksa Agung yang Bongkar Korupsi Besar RI

NASIONAL
KPK Respons Purbaya: Korupsi Masih Jadi PR Utama Bangsa Indonesia!

KPK Respons Purbaya: Korupsi Masih Jadi PR Utama Bangsa Indonesia!

NASIONAL
Anies Baswedan Sebut Korupsi Masih Masalah Besar di Indonesia

Anies Baswedan Sebut Korupsi Masih Masalah Besar di Indonesia

NASIONAL
Bukan Isapan Jempol, Eks KPK Ungkap Teror ke Penegak Hukum Antikorupsi

Bukan Isapan Jempol, Eks KPK Ungkap Teror ke Penegak Hukum Antikorupsi

NASIONAL
Prabowo Subianto: Saya Habisi Semua Pelaku Korupsi!

Prabowo Subianto: Saya Habisi Semua Pelaku Korupsi!

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon