Deretan Kasus Kriminal Maut yang Melibatkan Oknum Anggota TNI
Selasa, 18 Maret 2025 | 12:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah kasus kriminal yang melibatkan oknum anggota TNI mencuat ke permukaan dan menjadi perhatian publik. Kasus-kasus ini mencoreng citra institusi militer yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Mulai dari penembakan pengusaha rental mobil di Tangerang hingga insiden tragis yang menewaskan tiga anggota polisi di Lampung. Meski berbagai kasus tersebut telah ditindaklanjuti dengan proses hukum, masyarakat masih menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelesaiannya.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut tiga kasus kriminal yang melibatkan oknum TNI dan mengakibakan korban meninggal dunia karena ditembak.
Penembakan Bos Rental Mobil di Tangerang
Kasus penembakan yang menewaskan Ilyas Abdurrahman, seorang pengusaha rental mobil, terjadi di Rest Area Kilometer 45 Tol Tangerang-Merak pada 2 Januari 2025.
Insiden ini bermula saat Ilyas melacak kendaraan yang tidak dikembalikan penyewanya. Setibanya di lokasi, ia terlibat konfrontasi dengan beberapa orang yang kemudian berujung pada penembakan.
Hasil penyelidikan mengungkap keterlibatan tiga oknum anggota TNI AL, yakni Kelasi Kepala (KLK) Bambang Apri Atmojo, Sersan Satu (Sertu) Akbar Adli, dan Sertu Rafsin Hermawan. Ketiga tersangka langsung ditangkap dan diserahkan ke Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal).
Dalam persidangan, Bambang dan Akbar dituntut hukuman seumur hidup, sementara Rafsin dijatuhi hukuman empat tahun penjara serta pemecatan dari dinas militer. Panglima TNI menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap prajurit yang melanggar hukum.
Penembakan Sales Mobil di Aceh
Seorang sales mobil bernama Hasniafi atau Imam (37) ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala pada Selasa (17/3/2025) di semak belukar kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.
Korban sebelumnya diketahui bertemu dengan seorang oknum anggota TNI AL berpangkat Kelasi Dua (KLD) berinisial DI untuk test drive mobil yang hendak dijual.
Setelah pertemuan tersebut, Imam hilang kontak dan dinyatakan hilang oleh keluarganya. Empat hari kemudian, jasadnya ditemukan dengan luka tembak di bagian pelipis kanan.
Keluarga korban menduga Imam ditembak di lokasi uji coba mobil. Kasus ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat yang mendesak transparansi dan keadilan dalam penanganannya.
Penembakan 3 Polisi di Way Kanan
Pada Selasa (17/3/2025), tiga anggota Polres Way Kanan, Lampung, tewas akibat ditembak saat menggerebek arena judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin.
Korban yang gugur dalam tugas adalah Iptu Lusiyanto, Kapolsek Negara Batin, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripda Ghalib Surya Ganta.
Dua oknum anggota TNI yang diduga terlibat dalam penembakan, yakni Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah, telah menyerahkan diri dan kini dalam tahanan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad).
Kasus ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Indonesia Police Watch (IPW), yang mendesak agar pelaku segera diproses hukum dan mempertanyakan keterlibatan aparat dalam kegiatan ilegal seperti judi sabung ayam.
Serangkaian kasus kriminal yang melibatkan oknum anggota TNI menunjukkan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan transparan terhadap siapa pun yang melanggar aturan, termasuk aparat negara. Meski kejadian ini dapat mencoreng nama baik institusi, TNI tetap berkomitmen untuk menindak tegas anggotanya yang terlibat dalam tindakan kriminal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




