ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Premanisme Ganggu Investor, Apindo Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Senin, 12 Mei 2025 | 05:00 WIB
AF
DM
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: DM
Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani menekankan, tindakan premanisme terhadap pelaku usaha menjadi ancaman serius terhadap iklim investasi dan bisnis nasional. Apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani menekankan, tindakan premanisme terhadap pelaku usaha menjadi ancaman serius terhadap iklim investasi dan bisnis nasional. Apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Beritasatu.com/Alfida Rizky Febrianna)

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dan konsisten dalam memberantas aksi premanisme yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas).

Apindo menilai, gangguan dari premanisme ini telah membuat banyak investor asing dan lokal mengurungkan niatnya untuk menanamkan modal di Indonesia.

Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani menekankan, tindakan premanisme terhadap pelaku usaha menjadi ancaman serius terhadap iklim investasi dan bisnis nasional. Apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

ADVERTISEMENT

"Gangguan terhadap sektor ini tidak bisa dianggap enteng. Dunia usaha terus berupaya mengambil langkah konkret untuk menghadapi tantangan ini," ujar Shinta kepada Beritasatu.com, Minggu (11/5/2025).

Langkah Pengusaha Terbatas

Menurut Shinta, pelaku usaha telah melakukan berbagai langkah, mulai dari koordinasi dengan aparat keamanan, pelibatan masyarakat lokal, hingga advokasi kepada pemerintah pusat dan daerah. Namun, langkah tersebut tidak akan cukup tanpa dukungan kuat dari pemerintah terkait aksi premanime.

"Premanisme ini bukan sekadar gangguan bisnis, tetapi juga persoalan ketertiban umum dan supremasi hukum," tegasnya.

Apresiasi Terhadap Satgas Anti Premanisme

Apindo menyambut baik langkah pemerintah membentuk Satgas Anti Premanisme sebagai respons terhadap keluhan pelaku usaha. Menurut Shinta, sinyal ini penting, tetapi harus dibarengi dengan tindakan nyata dan konsisten di lapangan.

"Penegakan hukum yang adil dan konsisten adalah fondasi utama untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing nasional," lanjut Shinta.

Peran Pemerintah Harus Netral dan Tegas

Apindo juga menekankan pemerintah harus menjadi equal protector yang menjamin kepastian hukum dan melindungi semua pelaku usaha tanpa diskriminasi atau toleransi terhadap kelompok yang bertindak di luar hukum.

"Ke depan, sinergi pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan kepastian berusaha. Apindo siap menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat," tutup Shinta terkait premanisme ormas yang mengganggu investor.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pedagang di BKT Dikeroyok Preman karena Tolak Beri Uang Rp 20.000

Pedagang di BKT Dikeroyok Preman karena Tolak Beri Uang Rp 20.000

JAKARTA
Rumah Nenek Elina Diratakan, Surabaya Bersatu Lawan Preman

Rumah Nenek Elina Diratakan, Surabaya Bersatu Lawan Preman

JAWA TIMUR
Pramono Minta Tindak Tegas Premanisme Berkedok Mata Elang di Kalibata

Pramono Minta Tindak Tegas Premanisme Berkedok Mata Elang di Kalibata

JAKARTA
Kronologi Warung Makan Diusik Preman, Epy Kusnandar: Mereka Akamsi!

Kronologi Warung Makan Diusik Preman, Epy Kusnandar: Mereka Akamsi!

LIFESTYLE
1 Tahun Prabowo: Kinerja Kabinet Bidang Ekonomi Sudah On Track

1 Tahun Prabowo: Kinerja Kabinet Bidang Ekonomi Sudah On Track

EKONOMI
Warung Makan Epy Kusnandar Diusik Preman, Polisi: Belum Ada Laporan

Warung Makan Epy Kusnandar Diusik Preman, Polisi: Belum Ada Laporan

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon