ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ada Nama Sandiaga dan Mardiono, PPP Ingin Ketum dari Internal Partai

Kamis, 15 Mei 2025 | 08:30 WIB
YP
HH
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: HP
Ketua DPC PPP Jakarta Pusat, Dadya Manggala (tengah)
Ketua DPC PPP Jakarta Pusat, Dadya Manggala (tengah) (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang Muktamar PPP ke-X yang direncanakan berlangsung pada pertengahan 2025, jajaran kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di berbagai daerah menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan dari kalangan internal. Salah satunya datang dari PPP Jakarta yang menolak calon ketua umum (ketum) dari luar partai.

Ketua DPC PPP Jakarta Pusat, Dadya Manggala menyatakan, Muktamar PPP menjadi momen krusial untuk menentukan arah kepemimpinan partai.

Menurutnya, PPP masih memiliki tokoh-tokoh berkualitas dari dalam, seperti Sandiaga Uno, Mardiono, dan sejumlah kader senior lain yang layak memimpin.

ADVERTISEMENT

“PPP masih punya banyak kader hebat. Ada Waketum Amir Uskara, Rusli Efendi, Bang Sandiaga Uno, Haji Syaiful Dasuki, dan Pak Mardiono yang kini menjabat plt ketum,” kata Dadya kepada wartawan, Kamis (15/5/2025).

Dadya juga mengkritisi manuver elite PPP yang mendorong figur eksternal sebagai calon ketum. Ia menilai langkah tersebut tidak relevan dan justru mengabaikan potensi kader internal.

Fokus utama seharusnya adalah merancang strategi kebangkitan menjelang Pemilu 2029, bukan mencari pemimpin dari luar.

“Kenapa elite sibuk keliling menawarkan PPP ke luar? Ada nama Jenderal Dudung, Pak Amran, dan lainnya. Seakan PPP ini partai murah. Fokuslah pada kebangkitan partai, bukan buka lapak cari ketum,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dadya juga menyinggung Sekjen PPP Arwani Thomafi yang dinilai terlalu sibuk membenturkan kader daerah dengan pusat.

Menurutnya, sekjen semestinya berkonsentrasi menyukseskan Muktamar PPP, bukan memicu konflik demi kepentingan pribadi.

“Saya mengimbau seluruh kader agar tidak terpengaruh manuver elite yang punya agenda terselubung. Kader harus memilih pemimpin tulen dari internal, bukan sosok luar yang ingin menunggangi partai,” ujarnya.

Ia menekankan, Muktamar PPP ke-X merupakan momentum penting untuk konsolidasi partai menghadapi tantangan ke depan.

Dadya pun berharap forum tersebut berjalan kondusif demi persatuan dan kebangkitan partai.

“Sudah saatnya seluruh kader, pengurus, dan elemen PPP bersatu membesarkan kembali partai ini menyongsong Pemilu 2029,” pungkas Dadya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mardiono Minta Kader PPP Solid Hadapi Pemilu 2029

Mardiono Minta Kader PPP Solid Hadapi Pemilu 2029

NASIONAL
DPRD Lebak Bongkar Dugaan Nepotisme Bansos

DPRD Lebak Bongkar Dugaan Nepotisme Bansos

BANTEN
Anggota DPRD Banten Kecam Sumpah Injak Al-Qur’an di Lebak

Anggota DPRD Banten Kecam Sumpah Injak Al-Qur’an di Lebak

BANTEN
Isu Politik-Hukum Terkini: Sinyal PPP Dukung Prabowo 2 Periode

Isu Politik-Hukum Terkini: Sinyal PPP Dukung Prabowo 2 Periode

NASIONAL
Lawan SK DPP, Mundjidah Wahab Tolak Dicopot dari Ketua PPP Jawa Timur

Lawan SK DPP, Mundjidah Wahab Tolak Dicopot dari Ketua PPP Jawa Timur

NASIONAL
Mardiono Targetkan PPP Kembali ke Senayan pada Pemilu 2029

Mardiono Targetkan PPP Kembali ke Senayan pada Pemilu 2029

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon