Atasi Karhutla, Menteri LHK Kirim 200 Relawan ke Rokan Hilir
Kamis, 24 Juli 2025 | 11:57 WIB
Pekanbaru, Beritasatu.com - Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di Riau, khususnya di Kabupaten Rokan Hilir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq mengambil langkah cepat.
Pada Kamis (24/7/2025) pagi, ia secara resmi melepas 200 relawan pemadam kebakaran di komplek PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Pekanbaru.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam merespons kebakaran lahan gambut yang semakin parah. Karhutla Rokan Hilir menjadi sorotan karena terus meluas dan berpotensi menimbulkan kabut asap lintas daerah.
"Juli akhir dan awal Agustus 2025 ini merupakan momen paling penting dan paling kritikal bagi kita semua," ujar Hanif saat melepas relawan.
"Potensi kebakaran hutan dan lahan di Riau meningkat tajam. Ini mengisyaratkan kita harus semakin waspada," tambahnya.
Gabungan Taktik Darat dan Udara Dikerahkan
Para relawan yang dikirim akan bertugas di titik-titik rawan api di Rokan Hilir, yang diketahui memiliki hamparan lahan gambut luas dan mudah terbakar.
Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mengandalkan dukungan udara berupa helikopter water bombing yang telah dikerahkan sejak awal pekan ini.
Tidak hanya itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara turut berperan dalam operasi modifikasi cuaca (OMC). Dua unit pesawat jenis caravan disiapkan untuk melakukan penyemaian awan di berbagai titik wilayah Riau.
"Upaya modifikasi cuaca terus dilakukan dengan jam terbang pagi, sore, dan malam hari. Ini dibarengi dengan pemadaman darat dan bantuan helikopter water bombing," kata Hanif.
1.000 Hektare Lahan Terbakar dalam 2 Pekan
Data sementara menunjukkan bahwa dalam dua pekan terakhir, luas lahan yang terbakar di Provinsi Riau telah melebihi 1.000 hektare.
Kebakaran hutan Riau paling banyak terjadi di Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu, dua wilayah yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan api.
Kondisi cuaca kering, diperparah dengan tiupan angin kencang, menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam. Namun, pemerintah bertekad untuk mengendalikan karhutla sebelum dampaknya meluas dan menciptakan kabut asap seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




