ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Muhammadiyah: Demokrasi Jangan sampai Terkontaminasi Kekerasan

Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:33 WIB
HS
AD
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: AD
16 ormas keagamaan saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
16 ormas keagamaan saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. (Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat diajak untuk menyetop demontrasi secara anarkis dan saatnya bergandengan tangan untuk Indonesia yang lebih baik.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir seusai menghadiri pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto dengan 16 organisasi masyarakat (ormas) keagamaan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu membahas berbagai persoalan bangsa dan upaya mencari solusi bersama.

ADVERTISEMENT

Haedar Nashir menekankan pentingnya persatuan dan keutuhan bangsa di tengah dinamika politik.

“Demokrasi dan aspirasi harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab, jangan sampai terkontaminasi kekerasan yang bisa meruntuhkan persatuan Indonesia,” ucap dia.

Sementara, Ketua Umum Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Nasrullah Larada menilai langkah Prabowo tepat di saat situasi memanas.

Ia juga mendorong aparat menuntaskan kasus insiden kendaraan taktis Brimob yang menewaskan pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan, secara profesional dan transparan.

Disebutkan, pertemuan ini adalah sinyal yang sangat positif dan tepat bagi bangsa kita. Di saat suasana memanas, justru komunikasi dan silaturahmi antar elemen bangsa harus kita perkuat.

"PII percaya bahwa jalan dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan setiap permasalahan bangsa, bukan dengan aksi anarkis dan vandalisme yang justru merugikan kita semua dan menodai nilai-nilai keadilan yang kita perjuangkan,” ujar Nasrullah Larada dalam keterangannya, Minggu (31/8/2025).

Dalam dialog yang dihadiri para ketua umum dan sekjen ormas, hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kepala BIN Herindra, dan sejumlah menteri kabinet.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon