KontraS: Luka Bakar Andrie Yunus Capai 24 Persen
Senin, 16 Maret 2026 | 16:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengungkap kondisi terbaru Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta Pusat. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada beberapa bagian tubuh.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung LBH Jakarta, Senin (16/3/2026).
Jane mengatakan pihaknya belum dapat memaparkan secara terperinci kondisi medis korban maupun penanganan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit untuk menghindari kesalahan penyampaian informasi medis.
“Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan korban Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan keras atau cairan asam yang mengenai kulit,” ujar Jane Rosalina dalam konferensi pers di Gedung LBH Jakarta, Senin (16/3/2026).
Jane menjelaskan, luka bakar yang dialami korban terutama terdapat pada bagian wajah, khususnya sisi kanan, termasuk mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada.
Dari sejumlah luka yang dialami korban, kondisi paling serius terjadi pada mata kanan, yang saat ini telah mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata.
Melihat tingkat keparahan luka tersebut, Andrie Yunus saat ini harus menjalani perawatan intensif dalam kondisi steril guna mempercepat proses pemulihan.
Kontras juga mengimbau berbagai pihak yang memberikan perhatian terhadap kasus ini agar fokus pada upaya penegakan hukum dan pengungkapan pelaku.
“Jika publik, lembaga negara, maupun jaringan internasional ingin memberikan dukungan dan solidaritas, yang terpenting adalah memastikan proses penegakan hukum berjalan serius, imparsial, dan transparan,” ujarnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Airlangga Julio menilai masih terdapat sejumlah informasi terkait kronologi kejadian dan barang bukti yang belum disampaikan secara lengkap oleh pihak kepolisian.
Airlangga mengatakan pihaknya telah mendampingi korban sejak awal kejadian pada Kamis (12/3/2026) malam hingga Andrie Yunus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Jumat (13/3/2026) dini hari.
“Kami menampingi sejak awal hingga kemudian datang petugas dari Polres Metro Jakarta Pusat. Saat itu pihak kepolisian meminta agar ada saksi yang membuat laporan polisi,” kata Airlangga.
Ia menjelaskan, pihaknya menyarankan agar laporan polisi dibuat sesuai mekanisme laporan model A oleh kepolisian.
Selain itu, Airlangga juga mengungkap adanya barang bukti penting yang telah diserahkan kepada Polda Metro Jaya, tetapi belum disampaikan secara terperinci dalam konferensi pers kepolisian.
Barang bukti tersebut berupa sebuah botol berwarna ungu yang diduga digunakan pelaku untuk menyiramkan cairan keras kepada korban.
“Salah satu barang bukti penting adalah ditemukannya satu botol berwarna ungu yang diduga digunakan untuk menyiram air keras kepada Andrie Yunus. Botol tersebut ditemukan oleh saksi di lokasi kejadian dan kemudian kami serahkan kepada tim Resmob Polda Metro Jaya,” jelasnya.
Menurut Airlangga, botol tersebut kemungkinan merupakan tumbler karena memiliki bentuk yang cukup tebal. Dalam rekaman CCTV, terlihat pula benda yang diduga botol tersebut terjatuh dari sepeda motor yang digunakan oleh terduga pelaku.
Saat ini, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) berharap kepolisian dapat segera mengungkap pelaku penyerangan, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan air keras terhadap aktivis Kontras tersebut.
Tim advokasi menilai pengungkapan kasus secara menyeluruh penting dilakukan untuk memastikan penegakan hukum berjalan transparan serta memberikan rasa keadilan bagi korban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




