BGN Lakukan Efisiensi Anggaran Hadapi Ancaman Krisis Energi
Selasa, 17 Maret 2026 | 21:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan pihaknya ikut melakukan efisiensi anggaran sebagai respons terhadap dinamika global, khususnya sektor energi yang berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia.
Dadan menyebut BGN turut terlibat dalam pembahasan harmonisasi anggaran pemerintah guna merumuskan langkah strategis menghadapi potensi krisis energi.
“Ya, tentu saja. Kami ikut rapat harmonisasi anggaran untuk menyikapi mekanisme dan fenomena global, terutama terkait energi dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia. Kami juga melakukan perhitungan agar bisa berkontribusi dalam menyikapi krisis yang ada,” ujar Dadan di Kejaksaan Agung, Selasa (16/3/2026).
Meski tidak ada arahan langsung untuk memangkas program makan bergizi gratis (MBG), BGN tetap mengambil inisiatif melakukan efisiensi sebagai bentuk kewaspadaan terhadap situasi global. “Tidak ada arahan khusus, tetapi kami harus memiliki sense of crisis. Terkait hal itu, kami menyiapkan langkah-langkah agar penggunaan anggaran lebih efisien,” kata Dadan.
Langkah efisiensi tersebut difokuskan pada optimalisasi penggunaan anggaran agar lebih efektif, tepat sasaran, serta meminimalkan potensi penyalahgunaan.
Dadan menjelaskan, BGN memiliki pagu anggaran sebesar Rp 268 triliun dengan tambahan dana cadangan (standby) sebesar Rp 63 triliun. Namun, saat ini pihaknya memilih untuk memaksimalkan penggunaan pagu utama tanpa bergantung pada dana cadangan tersebut.
“Kami akan memaksimalkan Rp 268 triliun terlebih dahulu dan tidak menghitung dana standby. Dari angka itu, kami sedang menghitung berapa maksimal anggaran yang benar-benar bisa digunakan secara efisien,” jelasnya.
Setelah perhitungan selesai dan langkah efisiensi diterapkan, BGN akan menyampaikan secara rinci skema penghematan yang dilakukan. Langkah efisiensi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam merespons potensi krisis energi global yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
Dengan strategi ini, BGN diharapkan tetap mampu menjalankan program prioritas pemerintah sekaligus menjaga efisiensi fiskal di tengah ketidakpastian global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




