ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua DPD Serukan Perdamaian di Tengah Eskalasi Konflik Global

Kamis, 19 Maret 2026 | 05:43 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Ketua DPD Sultan B Najamudin.
Ketua DPD Sultan B Najamudin. (Antara/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin menyerukan perdamaian dan mengimbau semua pihak agar menahan diri di tengah eskalasi konflik global yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, terutama di negara dengan mayoritas penduduk muslim.

Situasi yang berkembang tidak hanya berdampak pada aspek geopolitik, tetapi juga menyentuh sensitivitas umat Islam yang menjalankan ibadah Ramadan menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Menjelang Idulfitri, momentum ini seharusnya menjadi ruang untuk kembali pada nilai-nilai fitrah, kedamaian, persatuan, dan kemanusiaan,” ujar Sultan dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

ADVERTISEMENT

Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, lanjut Sultan, memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian global.

“Rakyat Indonesia sangat prihatin atas konflik yang terjadi. Kami berharap semua pihak yang bertikai dapat segera menghentikan permusuhan dalam bentuk apa pun, dan memilih jalan damai sebagai solusi bersama,” ujar Sultan.

Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) itu juga menyoroti konflik yang terjadi memiliki karakter asimetris, tidak hanya dalam aspek militer, tetapi juga dalam arus informasi di ruang publik.

“Konflik ini bersifat asimetrik, bukan hanya di medan perang, tetapi juga di medan informasi. Karena itu, masyarakat harus cerdas, jangan sampai terjebak pada informasi bias dan hoaks yang justru memperkeruh keadaan,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat tetap bijak menyaring informasi, terutama pada era digital dan kecerdasan buatan yang memungkinkan penyebaran disinformasi secara cepat dan masif.

“Kita harus menjaga kejernihan berpikir. Jangan sampai ruang publik dipenuhi oleh narasi yang tidak terverifikasi dan justru memecah persatuan,” tambahnya.

Sultan juga mengapresiasi sikap sejumlah negara yang memilih menahan diri dan tidak memperluas konflik sebagai langkah penting menuju deeskalasi.

“Langkah menahan diri adalah bentuk kedewasaan dalam menjaga stabilitas global. Ini perlu terus didorong sebagai jalan menuju perdamaian,” ujarnya.

Sultan mengajak masyarakat Indonesia dan umat muslim di dunia tetap fokus menjalankan ibadah serta menyambut Idulfitri 1447 Hijriah dengan ketenangan dan semangat persaudaraan.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan memperlebar perbedaan,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon