ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Hari Gizi Nasional

Menkes Ingatkan Kesehatan Remaja Tentukan Masa Depan Bangsa

Senin, 25 Januari 2021 | 16:04 WIB
AR
FH
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: FER
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat membuka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-61, di Jakarta, Senin,25 Januari 2021.
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat membuka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-61, di Jakarta, Senin,25 Januari 2021. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, kesehatan remaja di Indonesia saat ini akan menentukan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, kondisi kesehatan remaja harus dijaga dengan asupan makanan bergizi serta pola hidup bersih dan sehat.

Hal ini sangat relevan dengan tema peringatan Hari Gizi Nasional ke-61 bertema Remaja Sehat Bebas Anemia, di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Budi mengatakan, saat ini Indonesia masuk kelompok negara G20, artinya 20 terbesar dari sisi skala ekonomi. Tepatnya posisi Indonesia di G15, rangking 15 dunia, lebih besar dari Singapura, Malaysia, Thailand serta lebih besar dari banyak negara-negara Eropa lainnya.

"Di tahun 2050 banyak orang memprediksi Indonesia akan masuk G5, itu dihitung dari total gross domestic product-nya (GDP). Saat ini GDP Indonesia US$ 1 triliun atau Rp 14.000 triliun se-tahun," katanya.

ADVERTISEMENT

GDP itu, kata dia, adalah total spending semua manusia Indonesia ditambah korporasi Indonesia atau total income semua perusahaan dan individu di Indonesia.

Budi pun menjelaskan, hubungan GDP dan gizi, apalagi tahun 2021, peringatan hari gizi nasional ke-61 ingin fokus ke remaja agar bebas anemia. Saat ini, lanjutnya, jumlah remaja di Indonesia ada sekitar 45 juta lebih atau hampir 20 persen dari total populasi di Indonesia.

"Kalau 45 juta remaja ini nantinya bekerja dan gajinya lebih tinggi Rp 1 juta dibanding saat pertama kali kita kerja artinya akan berkontribusi terhadap GDP Rp 45 triliun. Kalau rata-rata gajinya naik lebih tinggi 10 juta jadi Rp 450 triliun," ungkapnya.

Oleh sebab itu, para remaja yang jumlahnya sangat banyak ini, akan sangat menentukan apakah Indonesia bisa naik kelas di tataran dunia nantinya. Itu sebabnya negara-negara yang memiliki banyak populasi usia muda diprediksi akan menjadi negara besar nantinya.

Hal tersebut dikarenakan generasi muda bisa sangat mendongkrak besarnya GDP negara. Selain itu juga bisa mendorong rangking ekonomi suatu negara di tataran dunia.

"Artinya kalau kita benar urusnya dari sekarang. Apa yang dilakukan ini bekerja sama dengan kementerian lain sangat dihargai," imbuhnya.

Hasil kerja teman-teman (Kementerian Kesehatan), kata Menkes, tidak bisa dilihat saat ini, tapi akan sangat menentukan di masa depan anak-anak (remaja) nantinya.

"Apakah Indonesia tetap seperti masa sekarang posisi 15 atau di masa anak- anak kita nanti Indonesia akan naik di posisi 5 besar dunia. Itu sangat tergantung atas usaha inisiatif dan intervensi yang kita lakukan sekarang," tuturnya.

Oleh sebab itu, intervensi yang dilakukan saat ini adalah di aspek kesehatan fisik sesuai ranah Kementerian Kesehatan. Remaja menurutnya harus memperhatikan gizi agar fisiknya kuat. Pola hidup bersih dan sehat, berolahraga agar berat dan lingkar pinggang tidak terlalu berat.

"Harus dimulai contohnya dari Kemkes. Buah dan sayur jangan fast food saja. Keberhasilan remaja dimulai dari fisik. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dimulai dari sehat, tataran akal menghasilkan orang pintar dilakukan di tataran hati dan diselesaikan paripurna di tataran jiwa," paparnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menkes: Superflu Tak Berbahaya Seperti Covid-19

Menkes: Superflu Tak Berbahaya Seperti Covid-19

LIFESTYLE
Orang Indonesia Berobat ke Luar Negeri, Menkes: Ini Kritik Konstruktif

Orang Indonesia Berobat ke Luar Negeri, Menkes: Ini Kritik Konstruktif

NASIONAL
Prabowo Perintahkan Audit Layanan RS di Papua Seusai Tolak Ibu Hamil

Prabowo Perintahkan Audit Layanan RS di Papua Seusai Tolak Ibu Hamil

NASIONAL
Menkes: BPJS Kesehatan Tak Perlu Tanggung Orang Kaya

Menkes: BPJS Kesehatan Tak Perlu Tanggung Orang Kaya

NASIONAL
Soal Hujan Mikroplastik, Menkes Dukung Cegah Polusi Plastik dari Hulu

Soal Hujan Mikroplastik, Menkes Dukung Cegah Polusi Plastik dari Hulu

NASIONAL
Cegah Stroke dan Jantung, Menkes Salurkan 514 CT Scan

Cegah Stroke dan Jantung, Menkes Salurkan 514 CT Scan

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon