Kabar Baik! Vaksin Novavax 89% Efektif Cegah Covid-19
Jumat, 29 Januari 2021 | 05:53 WIB
Maryland, Beritasatu.com - Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat (AS), Novavax pada Kamis (28/1/2021) mengatakan bahwa vaksin virus corona 89% efektif melindungi dari Covid-19 dalam uji klinis fase tiga yang dilakukan di Inggris.
Hasilnya didasarkan pada 62 infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di antara 15.000 relawan uji coba. Perusahaan mengatakan 56 kasus diamati pada kelompok plasebo serta enam kasus pada kelompok penerima vaksin. "Itu menghasilkan perkiraan kemanjuran vaksin 89,3%," kata Novavax.
Saham Novavax naik lebih 23% dalam perdagangan di Wall Street.
"Dengan hasil tersebut, perusahaan memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam mengatasi krisis kesehatan masyarakat global," kata CEO Novavax, Stanley Erck dalam sebuah pernyataan.
Dia berharap, Novavax dapat terus bekerja dengan mitra, kolaborator, penyelidik, dan regulator di seluruh dunia untuk membuat vaksin tersedia secepat mungkin.
Studi tersebut juga menemukan bahwa vaksin Novavax 85,6% efektif melawan varian Inggris, yang juga dikenal sebagai B.1.1.7. Sayangya studi fase dua yang terpisah di Afrika Selatan menunjukkan bahwa vaksin tersebut hampir tidak seefektif melawan strain baru yang menyerang negara tersebut. "Suntikan itu masih dianggap efektif melindungi dari virus, tetapi tingkat kemanjuran hanya 49,4% di antara 44 kasus Covid-19 di Afrika Selatan, di mana 90% kasus mengandung varian baru yang mengganggu," kata perusahaan.
Melihat rendahnya efektivitas pada strain di Afrika Selatan, Novavax berencana memodifikasi vaksin guna lebih menjaga terhadap strain baru dalam beberapa hari mendatang. Vaksin yang dimodifikasi itu direncanakan diuji pada kuartal kedua 2021.
Novavax adalah di antara beberapa perusahaan bioteknologi yang mengembangkan vaksin melawan Covid-19. Virus telah menginfeksi 101 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 2,2 juta pada Kamis, menurut data Universitas Johns Hopkins. Sejauh ini, hanya dua vaksin yakni Pfizer dan Moderna yang telah diizinkan digunakan di Amerika Serikat (AS).
Pemerintah AS, sebagai bagian inisiatif Operation Warp Speed pemerintahan Trump pada Juli 2020 mengumumkan akan membayar Novavax US$ 1,6 miliar untuk mengembangkan vaksin Covid-19 dengan tujuan memberikan 100 juta dosis pada awal 2021.
Belum diketahui apakah data Kamis cukup bagi Novavax untuk diberikan otorisasi penggunaan darurat oleh BPOM AS (Food and Drug Administration/FDA) yang memungkinkan distribusi di AS.
Novavax memulai uji coba tahap akhir dengan melibatkan 30.000 orang di AS dan Meksiko pada akhir Desember. Novavax mengatakan vaksinnya dapat ditoleransi dengan baik, dan tidak menimbulkan efek samping serius.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




