ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kukuhkan Megawati Jadi Guru Besar Kehormatan, Rektor Unhan: Jasa dan Karyanya Luar Biasa

Jumat, 11 Juni 2021 | 23:35 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya Amarulla Octavian (kanan) bersama Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri pada acara pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan kepada Megawati Soekarnoputri di Kampus Bela Negara, Sentul, Jawa Barat, Jumat, 11 Juni 2021.
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya Amarulla Octavian (kanan) bersama Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri pada acara pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan kepada Megawati Soekarnoputri di Kampus Bela Negara, Sentul, Jawa Barat, Jumat, 11 Juni 2021. (Unhan)

Bogor, Beritasatu.com - Universitas Pertahanan (Unhan) menggelar Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Prof Dr (HC) Megawati Soekarnoputri sebagai Guru Besar Tidak Tetap Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik. Rektor Unhan Laksamana Madya (Laksdya) Amarulla Octavian mengatakan penganugerahan gelar guru besar tidak tetap itu mengingat jasa dan karya Megawati yang luar biasa.

"Penilaian akademik tersebut didasari dengan pertimbangan jasa dan karya yang luar biasa di bidang ilmu pertahanan, politik negara, manajemen kepemerintahan, dan bidang kemasyarakatan lainnya terkait dengan kepemimpinan dan pertahanan. Pertimbangan jasa dan karya serta komitmen pada bidang tersebut menjadi sangat berarti dan bermanfaat bagi kemajuan, kemakmuran, dan/atau kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia," ujar Rektor Unhan saat memberikan sambutan pada acara yang digelar di Kampus Bela Negara Unhan, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/6/2021).

Pengangkatan dalam Jabatan Akademik Dosen Tidak Tetap Unhan itu berdasarkan Kepmendikbud Ristek Nomor 33271/Mpk.A/Kp.05.00/2021. Berdasarkan keputusan tersebut, terhitung mulai 1 Juni 2021 Megawati menjadi profesor pada Fakultas Strategi Pertahanan Unhan.

"Berbagai karya ilmiah bersumber dari pengetahuan tacit selama periode sebagai wakil presiden periode 1999-2002 hingga berlanjut sebagai presiden periode 2002-2004 merupakan implementasi berbagai teori kepemimpinan. Sebagai pemimpin nasional, beliau mampu membawa negara dan bangsa Indonesia melalui masa-masa sulit pasca-Reformasi 1998," tutur Laksdya Octavian.

ADVERTISEMENT

Sementara, Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat sekaligus menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas peran penting kepemimpinan strategik Prof Dr (HC) Megawati Soekarnoputri dalam menyelesaikan krisis multidimensi dan meletakkan fondasi yang kuat bagi tata negara dan tata pemerintahan yang terbukti kebenarannya sampai dengan masa kini.

Tampak mengikuti prosesi sidang senat terbuka tersebut beberapa guru besar dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Padang, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas IPB, Universitas Lampung, Sekolah Tinggi Intelijen Negara, dan Sekolah Tinggi Hukum Militer.

Turut hadir pada acara tersebut Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, dan 11 menteri anggota Kabinet Indonesia Maju lainnya.

Hadir pula Kepala Staf TNI AD, Kepala Staf TNI AL, Kepala Staf TNI AU, para pejabat Kemhan, Mabes TNI, mabes angkatan, BNPB, BNPT, Komisi I DPR, termasuk pengamat militer Susaningtyas NH Kertopati. Hadir pula beberapa rektor, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang didampingi jajaran DPP dan DPC PDIP, serta perwakilan Persatuan Guru Besar Indonesia.

Selaku Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri menerima jajar akademik kehormatan dan defile kehormatan dari Resimen Kadet Mahasiswa S1 Unhan pada akhir rangkaian acara tersebut.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Isu Politik-Hukum Terkini: Prabowo Gelar Ratas di Hambalang

Isu Politik-Hukum Terkini: Prabowo Gelar Ratas di Hambalang

NASIONAL
Terungkap Isi Pertemuan Megawati-Prabowo, Ternyata Terkait Demo Agustus 2025

Terungkap Isi Pertemuan Megawati-Prabowo, Ternyata Terkait Demo Agustus 2025

NASIONAL
Megawati Kritik 'Banjir Aturan': Hukum Bukan Sekadar Kumpulan Pasal

Megawati Kritik 'Banjir Aturan': Hukum Bukan Sekadar Kumpulan Pasal

NASIONAL
Pesan Megawati untuk Akademisi: Jangan Diam Hadapi Kekuasaan!

Pesan Megawati untuk Akademisi: Jangan Diam Hadapi Kekuasaan!

NASIONAL
Megawati Instruksikan Kadernya di DPR Audit Sistem Kereta Api

Megawati Instruksikan Kadernya di DPR Audit Sistem Kereta Api

NASIONAL
Hari Kartini, Megawati Soroti Peran Besar Perempuan

Hari Kartini, Megawati Soroti Peran Besar Perempuan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon