ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Epidemiolog: Meski Terlambat Diterapkan, PPKM Darurat Selamatkan Nyawa Banyak Orang

Sabtu, 3 Juli 2021 | 07:50 WIB
MB
BW
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: BW
Ilustrasi PPKM mikro.
Ilustrasi PPKM mikro. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menerapkan kebijkaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Merespons hal tersebut, epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, meski PPKM darurat terlambat diterapkan, tetap diapresiasi karena merupakan kebijakan menyelamatkan banyak nyawa masyarakat Indonesia.

"Jadi saya terima kasih kepada yang memperhatikan penderitaan rakyat. Pada saat ini, di RW saya di Depok itu bayangkan banyak sekali terkena Covid-19. Di RT ada enam terkena Covid-19. Saya tidak bisa keluar karena menyeramkan," kata Miko dalam dialog daring, Jumat ( 2/7/2021).

Miko menyebutkan, peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di RW tempat tinggalnya sangat tinggi. Pasalnya, terdapat empat hingga lima orang yang membutuhkan bantuan oksigen. Bahkan, ada orang yang memakai oksigen di rumah, karena semua fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) penuh.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, apabila PPKM darurat yang berlangsung selama dua pekan mendatang diterapkan secara baik seperti aktivitas masyarakat benar-benar dibatasi, maka kasus positif Covid-19 akan menurun. Selain itu, ada pengurangan kepadatan di rumah sakit.

"Jadi kita lihat, seminggu atau dua minggu apa ada pengurangan kepadatan di rumah sakit. Kemudian yang di rumah apa tertolong, dan sedang-sedang akan sembuh di rumah sakit akan gantian dengan berat-berat di rumah," ucapnya.

Siaga
Pada kesempatan sama, Miko menyampaikan, dalam penanganan pandemi seharusnya siaga sejak kasus masih minim. Dalam hal ini, Miko mengibaratkan pandemi dan kebakaran.

Kata dia, untuk memadamkan kebakaran agar api tidak cepat menyebar, harus mulai sejak api masih kecil. Apabila sudah membakar Pulau Jawa dan Bali, maka harga harus dibayar mahal. Hal serupa juga seharusnya diterapkan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Miko juga menegaskan, kerugian ekonomi pada situasi pandemi memang harus terjadi, tetapi hal harus diprioritaskan adalah nyawa manusia. Oleh karena itu, ia mengimbau semua pihak untuk berpikir normal antara kerugian ekonomi dan nyawa bangsa.

"Bayangkan kalau mau memadamkan wabah ini, kita harus benar-benar pikirkan dengan baik. Jangan pikirkan kerugian ekonomi, pasti akan terjadi. Jadi kemudian mal ditutup itu dilakukan demi menyelamatkan nyawa bangsa. Jadi jangan mengatakan mal ditutup kasihan ya, kasihan mana yang meninggal apa yang rugi, jadi harus kita timbang-timbang memang," kata Miko

Lebih lanjut Miko menegaskan, apabila dia harus memilih antara harta dan nyawa, maka ia lebih memilih kehilangan harta daripada nyawa.

"Jadi saya memilih tidak mati dibanding saya kehilangan harta. Jadi kalau anda dirampok sekarang dengan Covid-19. Harta atau nyawa kita kasih. Kalau orang yang normal akan memberi hartanya," ucapnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon