ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menko PMK Minta Pemda Segera Habiskan Stok Vaksin di Gudang Obat

Selasa, 27 Juli 2021 | 07:45 WIB
MB
SL
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: LES
Menko PMK Muhadjir Effendy  saat meninjau UPTD Instalasi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Senin 26 Juli 2021.
Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau UPTD Instalasi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Senin 26 Juli 2021. (Istimewa)

Balikpapan, Beritasatu.com - Dalam rangka percepatan progam vaksinasi Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta kepada pemerintah daerah (pemda) untuk memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi. Pemda diminta untuk segera menghabiskan stok yang ada di gudang obat untuk mempercepat proses vaksinasi tahap pertama.

Demikian penjelasan Muhadjir saat meninjau UPTD Instalasi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Senin (26/7/2021).

Dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Selasa (27/7/2021), dalam kunjungan tersebut Muhadjir mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliaty bahwa jumlah vaksinasi di sana masih sangat rendah.

"Untuk proses vaksinasi tahap pertama baru sebanyak 21,3% dari total penduduk, dan untuk proses vaksinasi tahap kedua baru sekitar 10%," ujar Muhadjir.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, Muhadjir meminta kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk mempercepat proses vaksinasi tahap satu dengan segera menghabiskan stok vaksin seperti yang diperintahkan Presiden Joko Widodo.

"Jadi tidak boleh ada vaksin yang ngendon (tertahan, red) di gudang-gudang dengan alasannya untuk nanti untuk vaksin kedua. Vaksin kedua nanti kita akan atur lagi. Yang di sini segera digunakan. Tidak boleh ada vaksin tertahan di masing-masing gudang paling bawah," terangnya.

Selain memastikan stok vaksin, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbud) itu juga mengecek ketersediaan obat-obatan di gudang obat dan Puskesmas Sepinggan Baru. Dalam pengecekannya itu, Muhadjir menyebutkan stok obat untuk penanganan Covid-19 masih sangat kurang.

Bahkan, Muhadjir mendapatkan laporan jumlah obat antivirus Covid-19 ada yang hanya tinggal 80 tablet Oseltamivir, dan tinggal 300 tablet Favipiravir.

Muhadjir mengatakan, akan melaporkan ke masalah kurangnya obat antivirus Covid-19 ke pusat supaya ada kepastian pasokan tambahan.

"Saat ini kebutuhan obat antivirus itu menjadi hal yang sangat penting bagi mereka yang terpapar Covid-19 mulai dari mereka yang tanpa gejala, gejala ringan, sampai gejala berat," ucapnya.

Muhadjir mengatakan, meski pihak pemda sudah mengalokasikan APBD untuk menyediakan obat antivirus di puskesmas-puskesmas. Akan tetapi, menurut dia, anggaran APBD akan sangat terbatas.

"Karena itu nanti kita akan bahas di tingkat pusat bagaimana mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan status kesehatan orang yang semulanya OTG (orang tanpa gejala) ringan menjadi sedang atau berat. Maka sebaiknya ada obat antivirus yang disediakan di puskesmas-puskesmas," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon