ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

46 Perguruan Tinggi Luar Negeri Siap Terima Mahasiswa Vokasi Indonesia

Jumat, 20 Mei 2022 | 11:46 WIB
MB
FB
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: FMB
Alumnus SMK Arfian Fuadi, menjadi pelopor pembuat mesin perkakas produksi yang mempunyai nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40% untuk mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling 3 Axis Supermill.
Alumnus SMK Arfian Fuadi, menjadi pelopor pembuat mesin perkakas produksi yang mempunyai nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40% untuk mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling 3 Axis Supermill. (Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek)

Lebih lanjut, Hilda menjelaskan melalui program ini diharapkan mahasiswa vokasi Indonesia siap belajar dan berperan di kancah global dengan pengalaman belajar di perguruan tinggi dan industri kelas dunia di luar negeri.

Selain itu, interaksi internasional yang intensif dan pemahaman antar budaya (cross-culture understanding) dari berbagai negara juga akan menambah wawasan, mengasah komunikasi bahasa internasional serta memperluas jaringan.

Untuk jangka panjang, kata Hilda, Program IISMA edisi vokasi ini diharapkan dapat menguatkan link and match antara pendirian vokasi dan industri global.

"Pada akhirnya, hal ini mampu berkontribusi pada peningkatan SDM Indonesia dalam rangka menyemai benih-benih kemajuan ekonomi karena terciptanya angkatan kerja yang andal. Kualitas SDM yang membaik, lanjut dia, juga akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan ekonomi negara sehingga bisa menguatkan aktivitas investasi," paparnya.

ADVERTISEMENT

"Pada dasarnya, semua ini berujung pada peningkatan kesejahteraan karena terjadinya perbaikan ekonomi yang memberi dampak positif," sambungnya.

Ia menambahkan, keterampilan teknis dan analitis serta wawasan global ini penting untuk menyiapkan lulusan vokasi Indonesia untuk berperan di dunia kerja dan industri kelak ketika lulus.

"Mungkin mereka tidak akan bekerja di luar negeri tetapi kini makin banyak perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Bekerja di sebuah perusahaan di kabupaten di Indonesia pun akan memerlukan kemampuan berinteraksi secara internasional. Di sinilah, wawasan global dan kemampuan berkomunikasi secara internasional akan bermanfaat," urai Hilda.

Hal senada disampaikan oleh Tim Aksel Kerja Sama Luar Negeri Ditjen Pendidikan Vokasi Agustinus Winarno. Ia menuturkan menyiapkan lulusan vokasi Indonesia untuk berperan di dunia kerja dan industri dengan harapan lulusan vokasi memiliki keterampilan teknis dan analitis serta wawasan global.

"Mungkin mereka tidak akan bekerja di luar negeri tetapi kini makin banyak perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Bekerja di sebuah perusahaan di kabupaten di Indonesia pun akan memerlukan kemampuan berinteraksi secara internasional. Di sinilah, wawasan global dan kemampuan berkomunikasi secara internasional akan bermanfaat," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon