ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Airlangga: Penggunaan PeduliLindungi di Mal Mulai Kendur

Senin, 4 Juli 2022 | 16:07 WIB
LT
JM
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JEM
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan pers terkait evaluasi PPKM, Senin 4 Juli 2022.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan pers terkait evaluasi PPKM, Senin 4 Juli 2022. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Airlangga Hartarto mengungkapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sudah mulai kendur di sejumlah mal atau pusat perbelanjaan.

"Kita lihat di beberapa mal tidak seketat sebelumnya. Jadi saya monitor di beberapa mal dan beberapa kegiatan itu aplikasinya, bar code-nya ada, tapi banyak pengunjung yang masuk tanpa scan," kata Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers seusai menghadiri rapat evaluasi PPKM di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/7/2022).

Temuan ini menjadi catatan bagi pemerintah. Karena, pemerintah tetap ingin kebijakan scan bar code PeduliLindungi saat masuk ke dalam mal, restoran, sekolah, bioskop atau pusat keramaian tetap dilakukan dan diperketat. Begitu juga dengan penggunaan masker tetap dilakukan bila masyarakat berinteraksi dengan jarak dekat.

"Satgas sudah mengeluarkan surat edaran untuk kegiatan keramaian itu wajib dosis ketiga. Bapak presiden mengingatkan bahwa aplikasi PeduliLindungi di berbagai tempat untuk terus diperketat. Jadi tidak boleh kendor. Karena beberapa tempat termonitor agak kendor," ujar Airlangga Hartarto.

ADVERTISEMENT

Ditegaskannya penggunaan aplikasi PeduliLindungi tetap harus ditingkatkan, mengingat kasus Covid-19 di sejumlah negara masih meningkat. Hal ini menandakan pandemi Covid-19 di dunia belum selesai.

"Jadi ini yang harus ditingkatkan lagi, karena tadi diingatkan beberapa negara masih tinggi, jadi pandemi belum usai," terang Airlangga Hartarto.

Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan pemerintah menargetkan dalam 6 bulan ke depan pandemi Covid-19 tetap dapat terkendali dengan baik. Karena itu, pemerintah akan melaksanakan survei serologi untuk mengetahui tingkatan antibodi masyarakat Indonesia.

"Pertaruhan Indonesia ini, kita tahan untuk 6 bulan ke depan karena kasusnya hampir 80%, kasusnya sudah BA.4 dan BA.5. Tadi disampaikan bahwa serologi menjadi penting untuk monitor tingkat kekebalan dari masyarakat," terang Airlangga Hartarto.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon