ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SMRC: Suara Golkar, PPP dan PAN Jelang Pemilu 2024 Lebih Lemah

Sabtu, 3 September 2022 | 16:34 WIB
YP
FS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FFS
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bertumpu tangan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kanan) pada acara silaturahmi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Plataran Senayan, Jakarta, Sabtu,4 Juni 2022.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bertumpu tangan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kanan) pada acara silaturahmi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Plataran Senayan, Jakarta, Sabtu,4 Juni 2022. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan dukungan untuk Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) hingga 1,5 tahun menjelang Pemilu 2024 lebih lemah dibanding menjelang Pemilu 2019. Survei SMRC ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1.220 responden. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95%.

"Hingga 1,5 tahun menjelang 2024 rata-rata elektabilitas Golkar (dalam survei Maret 2020 hingga Agustus 2022) adalah 10,5 persen, lebih rendah (-3 persen) dibanding rata-rata elektabilitas yang diraihnya menjelang 2019 (dalam survei Mei 2015 hingga September 2017) sebesar 13,5 persen," ujar Direktur riset SMRC, Deni Irvani saat rilis hasil survei yang disiarkan Youtube SMRC, Sabtu (3/9/2022).

Sementara elektabilitas PPP 1,5 tahun menjelang Pemilu 2024, antara Maret 2020 hingga Agustus 2022 adalah 2,7 persen. Angka ini lebih rendah 1,6 persen dibanding rata-rata elektabilitas yang diraihnya menjelang Pemilu 2019, yakni pada Mei 2015 hingga September 2017 sebesar 4,3 persen.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kata Deni, pelemahan dukungan juga terjadi pada PAN. Hingga 1,5 tahun menjelang 2024, rata-rata elektabilitas PAN (Maret 2020 hingga Agustus 2022) adalah 1,8 persen, lebih rendah 1 persen dibanding rata-rata elektabilitas yang diraihnya menjelang 2019 (Mei 2015 hingga September 2017) sebesar 2,8 persen.

"Jika tren ini terus berlanjut, PPP dan PAN terancam tidak lolos parliamentary threshold atau mendapat suara di bawah 4 persen," kata Deni.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Survei: Mayoritas Warga RI Dukung Iran, Tolak AS-Israel

Survei: Mayoritas Warga RI Dukung Iran, Tolak AS-Israel

NASIONAL
Survei: 83 Persen Warga RI Tolak Serangan AS-Israel ke Iran

Survei: 83 Persen Warga RI Tolak Serangan AS-Israel ke Iran

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon