ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus BA.5 Turun di AS, CDC Lacak 3 Varian Baru yang Jadi Ancaman

Sabtu, 24 September 2022 | 17:30 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Virus Corona
Virus Corona (Global Look Press/Fushion Medical Animation)

Washington, Beritasatu.com - Kasus BA.5 yang mendominasi infeksi Covid-19 pada musim panas kini telah turun menjadi 83,1% dari kasus baru, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC AS kini melacak tiga varian baru yang bisa menjadi ancaman di masa depan.

Tiga varian saingan, yakni varian BF.7, BA.2.75, dan BA.4.6, kini telah naik menjadi hampir 1 dari 5 infeksi baru secara nasional, menurut perkiraan federal, Jumat (23/9/2022).

Pertumbuhan varian baru datang pada saat kasus Covid-19 yang dilaporkan dan rawat inap sebagian besar melambat secara nasional.

Data yang diterbitkan oleh CDC Kamis malam hanya menghitung 3% orang Amerika yang tinggal di daerah Covid-19 "tinggi", di mana badan tersebut mendesak masker dalam ruangan dan langkah-langkah lain untuk mengekang virus.

ADVERTISEMENT

Tetapi pejabat kesehatan telah memperingatkan selama berminggu-minggu bahwa AS belum "keluar dari masalah".

Para ilmuwan dan otoritas kesehatan telah bersiap untuk kebangkitan yang diharapkan secara luas dalam virus secara nasional yang didorong oleh varian baru, sejalan dengan dua musim dingin sebelumnya yang melihat gelombang pandemi mematikan melanda negara itu.

Meskipun Presiden AS Joe Biden menyatakan bulan ini bahwa pandemi telah berakhir, pihak berwenang tetap mendesak warga Amerika untuk mendapatkan booster terbaru yang didesain ulang untuk menjaga dari varian BA.4 dan BA.5.

Lebih dari 4 juta orang Amerika telah menerima suntikan terbaru hingga saat ini. Laju dosis vaksin baru yang diberikan telah melonjak ke laju tercepat sejak April, data CDC menunjukkan, tetapi tetap lebih lambat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Salah satu kandidat potensial untuk gelombang musim gugur dan musim dingin yang sekarang sedang dilacak oleh para ahli virus adalah BA.2.75.2. Data laboratorium awal dari Eropa dan Tiongkok menunjukkan, varian tersebut menyimpan mutasi yang menambahkan hingga "pelarian antibodi paling ekstrem daripada varian mana pun yang telah kita lihat sejauh ini."

Lebih dari 150 kasus subvarian ini telah terdeteksi di AS hingga saat ini di 25 negara bagian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon