Pelonggaran Mobilitas, Satgas Covid-19: Tetap Wajib Masker
Senin, 26 September 2022 | 18:05 WIB
Maka dari itu, posisi Indonesia masih menunggu kebijakan dari WHO terkait arahan selanjutnya. Jangan sampai nanti tidak terkendali atau terkontrol oleh karena penularan virus ini begitu cepat.
Terkait kebijakan WHO yang menyatakan akhir pandemi Covid-19 sudah di depan mata, harus dilihat lagi konteksnya secara luas, karena tidak bisa hanya mengenai di negara Inggris ataupun Jenewa saja, tetapi juga harus yang saat inin masih tinggi kasusnya seperti di India, Afrika dan negara lainnya karena sekarang ini dalam satu dunia yang terkoneksi semua.
Baca Juga: Bendung Covid-19, Jerman Akan Berlakukan Wajib Masker Lagi
"Jadi saat ada perkembangan virus baru di India dan beberapa minggu sudah sampai ke Indonesia. Jadi kita tidak bisa berpikir secara regional ataupun lokal, tapi harus secara global," tegas Alexander.
Makanya WHO juga berkepentingan bahwa ada pemerataan di dunia ini untuk mendapatkan akses vaksinasi, karena jika tidak, maka akan menjadi masalah besar.
"Buktinya negara Tiongkok sampai sekarang masih setengah lockdown. Tidak bisa semua orang bisa masuk ke negara tersebut, karena masih dikunci. Jadi itu berangkat dari pengaturan dari masing-masing negara. Indonesia juga masih melakukan pembatasan dengan mengeluarkan SE Satgas Penanganan Covid-19 tentang aturan perjalanan ke luar negeri yang harus menggunakan vaksin booster dan yang bergejala harus periksa PCR dan masih dijalankan," pungkas dr Alexander.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




