ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasad Beri Hormat kepada Panglima TNI, DPR: Biasa dan Lumrah

Senin, 26 September 2022 | 23:07 WIB
YP
CP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: PAAT
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan  TB Hasanuddin bersama Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha  dan Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi pada acara dialektika demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 September 2021.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin bersama Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha dan Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi pada acara dialektika demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 September 2021. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin menilai salam hormat yang diberikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman kepada Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa merupakan hal biasa dan lumrah. Pasalnya, Panglima TNI merupakan atasan dari Kasad.

"Itu kan hal biasa, Kasad menghormat Panglima TNI, ya lumrah. Panglima TNI kan atasannya Kasad," ujar TB Hasanuddin kepada wartawan, Senin (26/9/2022).

Momen pemberian salam hormat ini terjadi usai rapat kerja antara Komisi I dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Andika di ruang Komisi I, kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/9/2022). Rapat yang membahas anggaran tersebut juga dihadiri Prabowo dan Kasal Laksamana Yudo Margono. Sementara Kasau diwakilkan oleh Wakasau Marsekal Madya TNI A. Gustaf Brugman.

TB Hasanuddin menegaskan juga bahwa tidak ada masalah antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung. "Memang tidak ada masalah, TNI dalam pandangan saya solid," ujar Hasanuddin.

ADVERTISEMENT

TB Hasanuddin mengaku sudah berbicara dengan Jenderal Andika dan Jenderal Dudung, sehingga menjamin tidak ada masalah di antara keduanya. Menurutnya, merupakan hal yang wajar jika masih ada perbedaan antara diskusi dan aplikasi di lapangan.

"Bahwa ada perbedaan-perbedaan dalam diskusi dan dalam aplikasi di lapangan, itu hal biasa di kehidupan militer. Saya 35 tahun menjadi prajurit TNI, jadi itu dinamika, enggak usah dibesar-besarkan, enggak usah dipanjang-panjangkan," imbuh Hasanuddin.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kasus Andrie Yunus, Komnas HAM Sudah 2 Kali Panggil Panglima TNI

Kasus Andrie Yunus, Komnas HAM Sudah 2 Kali Panggil Panglima TNI

NASIONAL
Panglima TNI: Mayor Zulmi Prajurit Terbaik yang Selalu Dapat Reward

Panglima TNI: Mayor Zulmi Prajurit Terbaik yang Selalu Dapat Reward

NASIONAL
Begini Suasana Upacara Pemakaman Militer Mayor Zulmi di TMP Cikutra

Begini Suasana Upacara Pemakaman Militer Mayor Zulmi di TMP Cikutra

NASIONAL
Juara 1 Hafal Al-Quran di Libia, Pratu Nawawi Naik Pangkat Luar Biasa

Juara 1 Hafal Al-Quran di Libia, Pratu Nawawi Naik Pangkat Luar Biasa

NASIONAL
Amankan Mudik 2026, TNI Kerahkan 105.365 Prajurit dan 3.501 Alutsista

Amankan Mudik 2026, TNI Kerahkan 105.365 Prajurit dan 3.501 Alutsista

NASIONAL
Alasan Panglima TNI Tetapkan Siaga 1

Alasan Panglima TNI Tetapkan Siaga 1

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon