Tjitjip: Proyek "Giant Sea Wall" Masih Harus Dimatangkan

Kamis, 7 Maret 2013 | 12:53 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Ilustrasi proyek dam raksasa (giant sea wall).
Ilustrasi proyek dam raksasa (giant sea wall). (Royalhaskoning)

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Tjitjip Sutardjo mengatakan, rencana proyek giant sea wall (dam raksasa) yang direncanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih membutuhkan diskusi lebih lanjut. Yang menjadi pokok perhatian adalah perihal nelayan yang berada di kawasan yang akan dijadikan pulau-pulau buatan tersebut.

"Sekarang lagi dirapatkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Artinya, alur air itu kan harus diperhatikan. Lalu nelayan yang ada di sana harus dipindahkan," kata Sharif Tjitjip di kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Kamis (7/3).

Tjitjip mengatakan bahwa dirinya sudah mendapat kabar jika Pemprov DKI memiliki solusi terhadap hal tersebut. Namun menurut menteri ini, solusi tersebut pun masih harus dibicarakan.

"Pemda DKI katanya sudah memiliki solusi, namun nanti baru dibicarakan lagi," imbuhnya.

Lagipula, dia menambahkan, ongkos relokasi tidaklah tak murah. Hal tersebut disampaikan Tjitjip terkait rencana Pemprov DKI membuat apa yang dinamakan giant sea wall, yang juga ditujukan sebagai kawasan wisata di Jakarta Utara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon