700 desa pesisir rawan bencana tsunami

Kamis, 22 September 2011 | 22:50 WIB
AD
B
Penulis: Angelina Donna | Editor: B1

Sebagian besar desa pesisir di Indonesia rawan gempa dan bencana alam, kecuali di Kalimantan.

Hal itu diungkapkan Direktur Pesisir dan Lautan, Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanankata Subandono di sela-sela mengikuti "Workshop Pengembangan Desa Pesisir Tangguh" yang digagas Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor di Darmaga, Bogor, hari ini.

Ia mengingatkan, sebanyak 700 desa pesisir di Tanah Air masuk kategori rawan tsunami, sehingga saat bencana tsunami tiba, desa-desa tersebut sangat rawan diterjang ombak besar yang berpotensi meluluhlantakan kawasan pesisir.

Selain ancaman bencana tsunami, Subandono juga mengingatkan, bahwa sekitar 2.000 desa pesisir rawan bencana Rob dan gelombang pasang.

Dirinya menambahkan, berbagai bencana yang kerap menimpa kawasan pesisir, membuat ekosistem setempat mengalami kerusakan. Terumbu karang dan mangrove, merupakan dua komoditas yang mengalami kerusakan.

Maraknya bencana, baik berupa tsunami maupun bencana rob dan gelombang pasang hingga kerusakan ekosistem yang kerap menerjang kawasan pesisir, membuat sebagian besar masyarakat pesisir hidup di bawah garis kemsikinan.

Menurut data yang dilansir Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Kemetrian Kelautan dan Perikanan, rata-rata penghasilan masyakat pesisir di Indonesia di bawah satu dolar Amerika per hari.

Oleh karena itu, untuk mengatasi berbagai ancaman yang dihadapi ribuan desa rawan tsunami dan bencana rob serta meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, pihak Ditjen KP3K KKP menggagas program "Pengembangan Desa Pesisir Tangguh" alias PDPT.

Pengembangan PDPT tersebut diharapkan dapat memberikan ketangguhan bagi desa-desa pesisir, baik dalam menghadapi ancaman berbagai bencana maupun dalam mengembangkan tingkat ekonomi dan taraf hidup mereka.sebagian besar desa pesisir di Indonesia rawan gempa dan bencana alam.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon