Ruhut Nilai Pergantian Panglima TNI dan Kapolri Belum Perlu

Selasa, 9 April 2013 | 16:46 WIB
MS
WP
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: WBP
Ruhut Sitompul
Ruhut Sitompul (Antara)

Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menyatakan wacana pergantian Panglima TNI Agus Suhartono dan Kapolri Timur Pradopo, kurang tepat jika dikaitkan dengan penyerangan lembaga pemasyarakatan (lapas) Cebongan, Sleman.

"Kalau aku lihat belum perlu (ada pergantian). Karena selama ini panglima bekerja sangat profesional dan baik. Begitu juga kapolri," kata Ruhut di Jakarta, Selasa (9/4).

Apabila wacana pergantian terkait kinerja, seharusnya dilihat dalam skala luas, misalnya kasus penyerangan lapas Cebongan, Sleman tidak bisa dijadikan indikator. Ruhut menilai, pemahaman atas kasus itu harus lebih adil (fair). Menurutnya, kasus LP Sleman merupakan teritori kapolda dan panglima kodam setempat.

Menurutnya, yang harus dipertimbangkan adalah kinerja Panglima TNI mengamankan Sabang sampai Merauke, begitupun dengan kinerja Kapolri untuk menjaga seluruh Indonesia.

Apabila wacana pergantian dikaitkan dengan tahun pemilu, Ruhut menilai memang diperlukan kewaspadaan tinggi dari aparat TNI dan Polri.

Namun dia kembali menekankan, sebenarnya pejabat tertinggi di TNI dan Polri saat ini sebenarnya menguasai. Walau demikian, dia tetap menyerahkan keputusan akan hal itu kepada SBY sebagai Presiden.

"Kalau beliau mau melakukan penggantian, aku hanya bisa mengatakan Pak SBY sebagai kepala negara. Apapun yang dilakukan Pak SBY kami siap mengamankanya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo akan diganti pada Agustus atau September mendatang karena memasuki masa pensiun.

"Ya itu karena usia. Jadi jangan disalahartikan. Kapolri dan Panglima TNI harus mengalami itu dalam proses persiapan karena pensiun karena usia jelas disebutkan di sana bahwa kapolri dan panglima harus selesai. Jadi tidak ada pertimbangan lain jangan kemudian dikembangkan dan dikaitkan dengan yang lain-lain," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (8/4).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya juga mengatakan akan mengganti Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kapolri Jendral Timur Pradopo pada Agustus atau September nanti.

"Panglima TNI akan memasuki masa pensiun. Kapolri sebenarnya sampai Januari tahun depan. Tapi karena Kapolri memiliki tugas penting berkaitan dengan Pemilu 2014, justru penggantiannya tidak bisa mendekati tahun itu," kata Presiden seperti dikutip dari laman setgab.go.id.

Presiden menyebutkan, Panglima TNI diganti karena faktor usia. Untuk Kapolri, perlu figur baru yang cakap dan bisa menjalankan tugas. Tidak hanya mengamankan Pemilu 2014, tapi juga mengatasi berbagai gangguan keamanan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon