Senator AS Dikirim Surat Beracun
Rabu, 17 April 2013 | 08:32 WIBWashington - Sepucuk surat yang mencurigakan dan diduga mengandung racun risin dikirimkan ke kantor Senator Partai Republik asal Mississippi, Roger Wicker.
Ketua Partai Demokrat di Senat, Harry Reid, mengatakan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Capitol Hill, saat ini dalam kondisi siaga setelah datangnya surat beracun yang dicap pos dari Memphis, Tennessee.
Risin adalah zat yang sangat beracun dan pernah digunakan sebagai senjata oleh teroris. Sedikit saja racun risin masuk ke dalam saluran darah maka seseorang akan meninggal dalam hitungan 2-3 hari.
Dua sumber mengonfirmasi mengenai surat itu yang dikirimkan ke Wicker, namun untungnya surat itu tidak sampai ke meja kantornya di Capitol Hill. Surat itu berhasil diamankan saat diseleksi di bagian fasilitas pemrosesan surat.
Pegawai di kantor Wicker menekankan bahwa tidak ada rencana evakuasi atau menutup kantor karena adanya ancaman surat tersebut.
"Jika sudah mendapat informasi dari kepolisian Capitol Hill, kami akan mengabarkan lebih detail," kata salah seorang pegawai Wicker, Selasa (16/4) waktu setempat.
Senator Jeff Flake dari Arizona mengatakan seluruh pengiriman surat saat ini telah disetop sebagai tindakan pencegahan. "Kami sangat prihatin," ujarnya.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano yang saat itu berada di Capitol Hill menolak untuk berkomentar soal kiriman surat mencurigakan itu.
Namun, seorang pejabat di Kementerian dalam Negeri menyatakan bahwa kesalahan dalam menilai surat beracun terjadi paling tidak sekali dalam setahun. Surat itu kini masih dalam pengujian untuk membuktikan apakah benar-benar mengandung racun mematikan.
Laporan mengenai surat beracun juga pernah terjadi pada 2004 di mana racun risin ditemukan di ruang kerja Ketua Mayoritas Republik di Senat, Bill Frist.
Beberapa minggu setelah serangan teroris 11 September 2001, sejumlah surat yang mengandung Anthrax dikirim ke Capitol Hill. Hal tersebut yang akhirnya membuat perubahan besar sistem keamanan dan protokol penyaringan seluruh kiriman surat di gedung tersebut.
Para senator malam itu sedang melakukan pertemuan tertutup membahas serangan bom Boston saat dikabari soal adanya surat yang diduga beracun dikirim ke salah satu kolega mereka, Wicker.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




