Seorang Pasien H7N9 di China Selamat dari Kematian

Jumat, 3 Mei 2013 | 21:43 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Dua staff Pusat Penanganan Penyakit Taiwan di Bandara  Sungshan, (4/4) tengah memantau penumpang pesawat. Hingga 4 April 2013, tercatat tiga orang meninggal akibat virus flu burung baru H7N9
Dua staff Pusat Penanganan Penyakit Taiwan di Bandara Sungshan, (4/4) tengah memantau penumpang pesawat. Hingga 4 April 2013, tercatat tiga orang meninggal akibat virus flu burung baru H7N9 (AFP)

Hangzhou - Seorang pria yang terserang virus flu burung baru, H7N9 diperbolehkan pulang dari rumah sakit di Provinsi Zhejiang, China Timur, pada Jumat (3/5), setelah berhari-hari bersabung nyawa.

Pria bermarga Cao yang berusia 39 tahun itu merupakan pasien pertama H7N9 dengan gejala parah yang pulih.

Ia dirawat di First Affiliated Hospital di Zhejiang University di Kota Hanzhou.

"Saya harus berterima kasih kepada petugas medis. Mereka menarik saya kembali dari ambang kematian. Mereka mengizinkan saya hidup lagi," kata Cao saat meninggalkan rumah sakit tersebut, tempat ia telah dirawat selama 22 hari, demikian laporan Xinhua.

Petugas medis, yang disarankan oleh satu panel ahli yang terdiri atas lebih dari 20 dokter terkenal, memutuskan untuk merawat Cao dengan sistem pendukung kehidupan --yang menggantikan fungsi paru-paru dan hatinya-- sebab tak ada pasien H7N9 dengan gejala separah dia yang pernah diselamatkan.

Sembilan pasien lain H7N9 juga diperkenankan pulang pada Jumat dari First Affiliated Hospital di Zhejiang University.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon