Rayakan Waisak, Walubi Gelar Pengobatan Bagi 340 Ribu Warga Miskin
Jumat, 10 Mei 2013 | 14:37 WIB
Jakarta - Menyambut Perayaan Waisak 2557 BE yang akan jatuh pada tanggal 25 Mei, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) akan menggelar bakti sosial pengobatan gratis untuk sekitar 16 ribu warga miskin. Sehingga diharapkan pada kegiatan di Borobudur kali ini Walubi akan melayani pasien yang ke-340.000.
Dari jumlah tersebut, diantaranya akan diberikan pengobatan gratis untuk lebih 10 ribu orang tidak mampu dari kawasan sekitar Candi Borobudur, serta dari Kabupaten Magelang dan Jawa Tengah.
Wakil Ketua Panitia Bhakti Sosial, Bhiksu Tadisa Mahastavira mengatakan kegiatan tahunan ini diadakan untuk ke-14 kalinya. Kali ini digelar di pelataran Candi Borobudur untuk menyambut perayaan Waisak 2557 BE pada 22-23 Mei 2013. Melibatkan sedikitnya 160 orang dokter umum dan dokter spesialis, 250 orang paramedis, analis laboratorium, dan apoteker, serta lebih dari 600 orang relawan.
"Kami akan memberikan layanan pengobatan gratis untuk berbagai penyakit. Seperti pengobatan umum dan spesialis, poli gigi untuk cabut dan tambal gigi, poli mata dan operasi katarak gratis, operasi benjolan kulit dan bedah minor, serta operasi bibir sumbing," kata Bhiksu Tadisa, Jakarta, Jumat (10/5).
Bhiksu Tadisa menjelaskan bakti sosial dilakukan Walubi sebagai wujud sikap cinta kasih atau metta karuna seperti yang diajarkan oleh Buddha. Umat Buddha harus dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat tidak mampu, sehingga beban hidup mereka berkurang.
"Jadi ini murni perwujudan cinta kasih sesama manusia. Oleh sebab itu kegiatan ini murni bersifat kemanusiaan, dan terlepas dari kepentingan agama, ras, suku, maupun kepentingan politik," ujarnya.
Terlihat dari para dokter, paramedis, dan relawan yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan, tidak hanya berasal dari yang beragama Buddha. "Kegiatan ini menjadi tempat berkumpul orang-orang yang ingin berbuat baik memberikan kasih kepada sesama," tuturnya.
Dalam kegiatan pengobatan gratis ini rencananya akan didukung oleh 160 orang dokter yang antara lain terdiri dari 40 orang residen mata dan dokter spesialis mata, 28 dokter residen bedah dan spesialis bedah, 32 orang dokter gigi, 3 orang dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter umum. Mereka biasanya bekerja tanpa henti selama hampir 12 jam. Para relawan pun datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan biaya sendiri.
"Biasanya sejak jam 06.00 pagi masyarakat telah mengantri untuk mendapatkan nomor urut, padahal layanan baru akan dibuka pada pukul 08.30. Tidak jarang pasien dengan nomor urut terakhir baru dapat dilayani pada pukul 21.00 malam, atau bahkan baru dapat dilayani pada hari berikutnya," tukasnya.
Walubi adalah organisasi agama Buddha terbesar di Indonesia yang dipimpin oleh Siti Hartati Murdaya. Organisasi ini dikenal giat melakukan pengobatan gratis untuk masyarakat miskin. Walubi juga dikenal sering melakukan bakti sosial membantu korban bencana alam, seperti tsunami Aceh tahun 2004, dan korban bencana di daerah lain yang dilanda banjir dan gempa bumi.
Kegiatan bakti sosial Walubi dimulai sejak tahun 1996 dan pengobatan gratis di Candi Borobudur dimulai sejak tahun 1999. Walubi juga telah melaksanakan pengobatan gratis di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Pulau Morotai, Yogyakarta, Padang, Banda Aceh, Tasikmalaya, Madura, Banjarmasin, Malang, Lampung, Kupang, Lombok, Samarinda, dan lain-lain.
Dari berbagai kegiatan tersebut sampai saat ini Walubi telah mengobati lebih 334 ribu masyarakat tidak mampu. "Pada kegiatan di Borobudur kali ini dipastikan Walubi akan melayani pasien yang ke-340.000. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya bhakti sosial pengobatan gratis kali ini akan dipadati oleh lebih 10 ribu orang," harap Bhiksu Tadisa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




