Dirut PT Indoguna Benarkan Aliran Dana ke PKS Untuk Safari Dakwah
Rabu, 15 Mei 2013 | 17:52 WIB
Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman membenarkan bahwa ada aliran dana ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk safari dakwah partai berlambang bulan sabit kembar tersebut sebesar Rp 1 miliar dari perusahaannya.
Namun, Maria membantah bahwa pemberian uang Rp 1 miliar tersebut, untuk mendapatkan penambahan kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna. Sebab, waktu penambahan kuota sudah habis. Sehingga, uang diberikan murni untuk sumbangan.
"Itu (Rp 1 miliar) untuk safari dakwah ke Sumatera, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sumbangan untuk Papua," kata Maria ketika bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15/5).
Maria menjelaskan bahwa pemberian Rp 1 miliar tersebut atas permintaan tersangka Ahmad Fathanah. Akhirnya, permintaan tersebut diberikan oleh Maria karena menganggap Fathanah berasal dari keluarga religius dan terpandang di Makassar.
Tetapi, Maria mengaku tidak tahu detail pemberian uang Rp 1 miliar karena sedang sibuk berada di Bangkok, Thailand. Sehingga, penyerahan uang diserahkan ke terdakwa Arya Abdi Effendy.
Dalam surat dakwaan milik terdakwa Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (24/4) terkuak bahwa ada aliran dana ke PKS.
Dalam dakwaan disebutkan bahwa Direktur Utama (Dirut) PT Indoguna Utama menjanjikan akan memberi dukungan dana untuk PKS. Dengan catatan, Luthfi membantu PT Indoguna mendapatkan penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013 sebanyak 8.000 ton.
"Diadakan pertemuan antara Ahmad Fathanah (orang dekat Luthfi), Maria Elizabeth Liman dan Elda Devianne Adiningrat (perantara). Fathanah katakan Maria akan dibantu dalam penambahan kuota impor daging. Lalu, Maria sampaikan akan komit dukung dana untuk PKS," kata jaksa M Rum ketika membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (24/4).
Bahkan, sebelumnya dikatakan bahwa Luthfi yang meminta dukungan dana untuk kampanye atau safari dakwah PKS kepada Maria Elizabeth Liman.
"Pada Desember 2012, Luthfi menghubungi Elda Devianne agar menghubungi Maria untuk membicarakan kuota impor daging sapi. Sekaligus, menanyakan apakah Maria mau menyumbang perjalanan Luthfi dalam rangka kampanye dakwah di Sumatera," kata M Rum.
Seperti diketahui, PT Indoguna Utama tiga kali mengajukan penambahan kuota impor daging sapi ke Kementerian Pertanian (Kemtan). Tetapi, selalu ditolak oleh Kemtan dengan alasan tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), sehingga Maria berusaha mendapatkan penambahan kuota impor melalui pendekatan kepartaian, yaitu melalui Luthfi Hasan selaku Presiden PKS. Mengingat, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono adalah kader PKS.
Atas permintaan bantuan tersebut, Maria memberikan uang Rp 300 juta menurut arahan Ahmad Fathanah untuk Luthfi.
Kemudian, Maria kembali memberikan Rp 1 miliar melalui Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi untuk Luthfi melalui Ahmad Fathanah.
Tetapi, lanjut Rum, uang Rp 1,3 miliar tersebut adalah bagian dari komitmen Rp 40 miliar yang dijanjikan oleh Maria, yaitu Rp 5.000 perkilogram dari permohonan kuota impor sebanyak 8.000 ton.
Ditemui, usai sidang, M Rum menegaskan bahwa aliran dana ke PKS mungkin saja terjadi.
"Bisa saja terjadi (aliran dana ke PKS), jika tidak tertangkap tangan," kata M Rum ditemui usai sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




